TULUNGAGUNG, analisapublik.id | Kesuksesan kunjungan Khofifah Indar Parawansa dalam agenda peresmian mega proyek revitalisasi sekolah vokasi di SMKN 1 Tulungagung, Kamis (14/5/2026), ternyata tidak terjadi secara instan. Di balik jalannya acara yang berlangsung mulus, terdapat skenario persiapan matang yang dirancang jauh hari oleh jajaran Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur bersama Cabang Dinas Pendidikan wilayah setempat.
Sehari sebelum kunjungan gubernur atau H-1, tepatnya Rabu (13/5/2026), area sekolah sudah dipenuhi aktivitas intensif. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Aries Agung Paewai, didampingi Dian Pemilu Sari, turun langsung memimpin inspeksi final guna memastikan seluruh rangkaian agenda berjalan tanpa kendala.
Pengecekan dilakukan secara menyeluruh di lapangan, bukan sekadar koordinasi administratif. Keduanya berjalan kaki menyisir tiga zona vital yang menjadi pusat pengembangan pendidikan vokasi berbasis ketahanan pangan, yakni area pertanian, kompleks peternakan, serta kolam perikanan yang menjadi fasilitas unggulan sekolah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh sarana hasil revitalisasi benar-benar berfungsi optimal dan siap ditunjukkan kepada gubernur sebagai fasilitas pendidikan produktif, bukan sekadar proyek seremonial.
Dalam proses inspeksi tersebut, Aries Agung Paewai juga memberikan arahan strategis kepada kepala sekolah dan para guru terkait pengelolaan fasilitas baru agar terintegrasi ke dalam Program SIKAP atau Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan.
Menurut Aries, revitalisasi yang dilakukan bukan hanya membangun ruang praktik biasa, melainkan menciptakan konsep “living laboratory” atau laboratorium hidup bagi siswa.
“SMKN 1 Tulungagung ini dirancang sebagai living laboratory. Siswa tidak hanya mempelajari teori agrobisnis, tetapi juga dibentuk karakter dan mentalitasnya agar memiliki kemandirian pangan,” tegas Aries saat melakukan pemantapan persiapan.
Sementara itu, Dian Pemilu Sari menegaskan bahwa persiapan matang yang dilakukan pihaknya merupakan bentuk tanggung jawab terhadap besarnya dukungan pemerintah pusat bagi pengembangan pendidikan vokasi di daerah.
Menurutnya, tantangan berikutnya bukan hanya sukses saat kunjungan berlangsung, tetapi memastikan program berjalan konsisten dan memberi dampak nyata terhadap kualitas lulusan.
“Persiapan kemarin adalah fondasi. Tugas kami sekarang memastikan ekosistem laboratorium hidup ini berjalan setiap hari dan mampu melahirkan inovasi yang siap diserap dunia industri,” ujar Dian.
Berkat koordinasi dan persiapan matang yang dilakukan sejak H-1, seluruh rangkaian agenda kunjungan Khofifah Indar Parawansa bersama Plt Bupati Tulungagung berlangsung lancar. Mulai dari penandatanganan prasasti hingga aksi simbolis penebaran benih berhasil dilaksanakan sesuai skenario.
Keberhasilan agenda tersebut menjadi bukti bahwa transformasi SMKN 1 Tulungagung menuju pusat pendidikan vokasi pangan di kawasan Mataraman lahir dari perencanaan strategis, pengawasan ketat, dan komitmen kuat membangun pendidikan berbasis karakter di Jawa Timur.
Reporter: Endi S
Editor: H Muhajir Wahyu Ramadhan
Sumber: analisapublik.id






