EDITORIALHeadlineHukum Kriminal

Polri Amankan Ratusan WNA Terkait Judol di Hayam Wuruk

895
×

Polri Amankan Ratusan WNA Terkait Judol di Hayam Wuruk

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, analisapublik.id –Jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Badan Reserse Kriminal Polri bersama Polda Metro Jaya mengamankan ratusan warga negara asing (WNA) dalam operasi penindakan dugaan kejahatan siber berkedok judi online di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat, Sabtu (9/5/2026).

Penindakan besar tersebut dilakukan setelah aparat mendalami dugaan aktivitas jaringan judi online internasional yang beroperasi secara tertutup dari sebuah gedung perkantoran di kawasan bisnis tersebut. Dari hasil operasi, ratusan WNA yang terdiri dari pria dan wanita dewasa berhasil diamankan di lokasi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, para WNA itu ditemukan berada di dalam ruangan kerja yang dipenuhi perangkat komputer. Mereka tampak duduk berjajar di depan monitor masing-masing saat petugas melakukan penggerebekan.

Sebagian di antaranya terlihat mengenakan masker wajah. Mereka ditempatkan dalam dua baris meja panjang yang saling berhadapan, sementara personel bersenjata lengkap dari satuan Brimob melakukan pengamanan ketat di sekitar lokasi.

 

Informasi awal menyebutkan para WNA yang diamankan berasal dari sejumlah negara, di antaranya Thailand, Vietnam, China, Myanmar, Korea Selatan, dan Malaysia. Mereka diduga menjadi bagian dari jaringan kejahatan siber lintas negara yang mengoperasikan situs judi online dari Indonesia.

 

Penyelidikan sementara juga mengungkap bahwa sedikitnya dua lantai di gedung tersebut disewa khusus untuk menjalankan aktivitas ilegal tersebut.

 

Selain mengamankan para terduga pelaku, penyidik turut menyita sejumlah barang bukti elektronik, mulai dari komputer, laptop, perangkat penyimpanan data, brankas, hingga sistem website yang diduga digunakan untuk operasional perjudian online.

 

Sejak Jumat (8/5/2026) malam, personel Brimob telah disiagakan di lokasi. Hingga Sabtu pagi sekitar pukul 08.00 WIB, puluhan personel masih berjaga di depan gedung dengan pengamanan berlapis.

 

Beberapa personel terlihat menggunakan perlengkapan taktis lengkap, seperti helm balistik, rompi antipeluru, masker, hingga senjata laras panjang guna mengantisipasi potensi gangguan selama proses penggeledahan dan penyitaan berlangsung.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak Bareskrim Polri maupun Polda Metro Jaya masih melakukan pendalaman terhadap peran masing-masing pihak serta menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan jaringan internasional lain dalam kasus tersebut.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.