EDITORIALHeadline

Humas Polri Tegaskan Akurasi Informasi di Tengah Arus Digital, Wakapolri Ajak Perangi Hoaks

1679
×

Humas Polri Tegaskan Akurasi Informasi di Tengah Arus Digital, Wakapolri Ajak Perangi Hoaks

Sebarkan artikel ini

JAKARTA – analisapublik.id | Komitmen menjaga akurasi dan kebenaran informasi kembali ditegaskan oleh jajaran Humas Kepolisian Republik Indonesia di tengah meningkatnya dinamika arus informasi publik yang kian cepat dan masif.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dedi Prasetyo, yang menekankan pentingnya keseimbangan antara kecepatan dan ketepatan dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.

Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa kecepatan penyebaran informasi tidak akan memiliki nilai apabila tidak disertai dengan akurasi dan kebenaran fakta. Prinsip tersebut menjadi dasar dalam setiap aktivitas komunikasi publik yang dijalankan oleh Humas Polri.

Pernyataan ini sekaligus menjawab tantangan utama di era keterbukaan informasi, di mana arus berita yang tidak terverifikasi berpotensi memicu disinformasi dan memperkeruh persepsi publik.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa peran institusi kepolisian saat ini tidak hanya terbatas pada fungsi penegakan hukum, tetapi juga memastikan masyarakat memperoleh informasi yang valid, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu, Humas Polri dituntut untuk mengedepankan prinsip objektivitas, verifikasi, dan akuntabilitas dalam setiap penyampaian informasi.

Dalam konteks pelayanan publik, menjaga kepercayaan masyarakat dinilai sebagai bagian integral dari tugas institusi. Penyajian informasi yang benar menjadi langkah konkret dalam membangun serta mempertahankan legitimasi Polri di tengah masyarakat.

“Kebenaran informasi adalah bentuk pelayanan nyata kami dalam merawat kepercayaan publik,” tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Humas Polri juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi penyebaran hoaks. Partisipasi publik dalam memilah dan memverifikasi informasi dinilai krusial untuk menciptakan ruang informasi yang sehat, aman, dan kondusif.

Sinergi antara institusi dan masyarakat ini dinilai menjadi faktor strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya melalui penguatan literasi digital dan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya verifikasi sebelum menyebarkan informasi.

Dengan komitmen tersebut, Polri menegaskan posisinya sebagai sumber informasi yang kredibel sekaligus adaptif dalam menghadapi tantangan komunikasi publik di era digital yang semakin kompleks.

Sumber: Divisi Humas Polri
Reporter: Rijen Senario
Editor: Respati

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.