EDITORIALHeadline

Percepat Infrastruktur Konektivitas, DPUB Bina Marga Jatim Targetkan 7 Jembatan Rampung Desember 2026

2397
×

Percepat Infrastruktur Konektivitas, DPUB Bina Marga Jatim Targetkan 7 Jembatan Rampung Desember 2026

Sebarkan artikel ini

Surabaya — analisapublik.id | Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga Provinsi Jawa Timur mempercepat pembangunan infrastruktur jembatan di sejumlah wilayah strategis. Sebanyak tujuh jembatan provinsi yang saat ini dalam tahap pembangunan ditargetkan rampung seluruhnya pada Desember 2026, sebagai bagian dari penguatan konektivitas antarwilayah.

Langkah percepatan ini dilakukan untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatkan standar keselamatan dan kapasitas infrastruktur jalan. Pembangunan jembatan tersebut tersebar di beberapa kabupaten, termasuk kawasan Bondowoso dan Jember, yang selama ini menjadi jalur penting aktivitas ekonomi dan distribusi.

Kepala Bidang Pembangunan dan Peningkatan Jalan DPU Bina Marga Jawa Timur, Ir. Ahmad Faathir Wicaksono, S.T., M.Sc, menjelaskan bahwa proyek ini mencakup penggantian tujuh jembatan lama dengan konstruksi yang lebih modern dan berdaya tahan tinggi. Ketujuh jembatan tersebut meliputi Jembatan Kulak, Krajan III, Sentong, Tongas, Kengkengan, Wringinanom VIII, dan Wringinanom XI.

Secara teknis, peningkatan dilakukan melalui perubahan tipe konstruksi dari baja komposit menjadi struktur yang lebih kuat seperti PCI girder, full slab, hingga box culvert dengan dimensi yang lebih besar. Misalnya, Jembatan Kulak yang semula memiliki bentang sekitar 20,10 meter dengan lebar 4,70 meter, kini ditingkatkan menjadi bentang 25,60 meter dengan lebar 10 meter. Sementara Jembatan Krajan III mengalami peningkatan dari bentang 9 meter menjadi 12,50 meter dengan lebar mencapai 9 meter.

Pada beberapa lokasi lain, seperti Jembatan Tongas, Kengkengan, serta Wringinanom VIII dan XI, konstruksi lama diganti dengan tipe box culvert dengan ukuran penampang yang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas aliran air sekaligus ketahanan terhadap beban lalu lintas. Adapun Jembatan Sentong di Kabupaten Jember dibangun dengan panjang mencapai 45,8 meter, menjadi salah satu proyek dengan skala signifikan dalam paket pekerjaan tersebut.

Dari sisi pelaksanaan, saat ini seluruh proyek telah memasuki tahap kajian teknis, perencanaan detail, serta mobilisasi alat berat di lapangan. Proses pengerjaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi eksisting serta kebutuhan lalu lintas di masing-masing lokasi.

DPU Bina Marga Jawa Timur menargetkan sebagian besar progres fisik dapat tercapai pada Oktober 2026, sebelum akhirnya seluruh jembatan dapat difungsikan secara penuh pada akhir tahun. Percepatan ini juga diharapkan mampu meminimalkan gangguan mobilitas masyarakat selama masa konstruksi berlangsung.

Peningkatan struktur jembatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah provinsi dalam memperkuat jaringan infrastruktur dasar, khususnya dalam mendukung distribusi logistik, akses layanan publik, serta pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan kapasitas yang lebih besar dan konstruksi yang lebih kokoh, jembatan-jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Sumber: DPU Bina Marga Jatim
Reporter: Ibnu Aji Sesario
Editor: Respati

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.