TULUNGAGUNG – analisapublik.id | Pemerintah Kabupaten Tulungagung mulai menyalurkan bantuan pangan (banpang) alokasi Februari–Maret 2026 secara serentak kepada masyarakat. Program ini menyasar sebanyak 149.572 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh wilayah kabupaten sebagai langkah konkret menjaga ketahanan pangan sekaligus menstabilkan kondisi ekonomi warga.
Penyaluran bantuan tersebut dipantau langsung oleh Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, saat melakukan kunjungan ke Balai Desa Keboireng, Kecamatan Besuki, pada Rabu (8/4/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, transparan, serta sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Dalam keterangannya, bupati menjelaskan bahwa bantuan pangan kali ini diberikan sekaligus untuk dua bulan. Setiap KPM menerima 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng. Skema ini dinilai mampu meningkatkan daya dukung bantuan dibandingkan penyaluran rutin bulanan, terutama dalam menghadapi tekanan kebutuhan pokok masyarakat.
Secara keseluruhan, berdasarkan data Pemerintah Kabupaten Tulungagung, total logistik yang disalurkan mencapai 2.991.440 kilogram beras atau sekitar 2.991 ton, serta 598.288 liter minyak goreng. Distribusi dilakukan melalui Perum Bulog yang menjangkau seluruh wilayah kabupaten.
Di tingkat kecamatan, distribusi juga berjalan terukur. Di Kecamatan Besuki, tercatat sebanyak 4.191 KPM menerima bantuan. Pada titik penyaluran di Balai Desa Keboireng, empat desa telah menuntaskan distribusi, yakni Desa Keboireng dengan 385 KPM (7.700 kg beras dan 1.540 liter minyak), Desa Wateskroyo sebanyak 254 KPM (5.080 kg beras dan 1.016 liter minyak), Desa Tulungrejo 220 KPM (4.400 kg beras dan 880 liter minyak), serta Desa Sedayugunung 208 KPM (4.160 kg beras dan 832 liter minyak).
Bupati menegaskan bahwa validitas data penerima yang telah diverifikasi oleh Dinas Sosial tetap membutuhkan pengawasan langsung di lapangan. Ia meminta partisipasi aktif masyarakat untuk melaporkan jika ditemukan ketidaktepatan dalam penyaluran bantuan.
“Data ini bersifat dinamis. Jika ada penerima yang tidak sesuai, silakan dilaporkan dan akan segera kami tindak lanjuti,” tegasnya.
Program bantuan pangan cadangan pemerintah ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi masyarakat, menjaga daya beli, serta menstabilkan harga kebutuhan pokok di tingkat lokal, khususnya di Kabupaten Tulungagung.
Dok: analisapublik.id
Reporter: Endi S
Editor: Respati






