JEMBER – analisapublik.id | Balai Besar Wilayah Sungai Brantas bersama PU SDA Provinsi Jawa Timur bergerak cepat menangani banjir akibat meluapnya Sungai Bedadung di Kabupaten Jember, Kamis malam, 12 Februari 2026. Hujan deras sejak sore di wilayah hulu DAS Bedadung memicu kenaikan debit air hingga meluber ke permukiman warga sekitar pukul 23.30 WIB.

Keterangan Foto:
Karung jumbo berisi material penahan dipasang di sepanjang tebing Sungai Bedadung, Jember, sebagai langkah tanggap darurat pascabanjir. Alat berat excavator dikerahkan untuk memperkuat dinding saluran serta menstabilkan area terdampak longsor.
Dok. analisapublik.id
Sumber: PU SDA Provinsi Jawa Timur
Debit Sungai Bedadung, Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, dan Kalilembangan meningkat tajam. Kapasitas alur sungai tidak mampu menampung limpasan air sehingga genangan meluas ke sejumlah wilayah. Data sementara mencatat sedikitnya 18 desa di sembilan kecamatan terdampak dengan tinggi air berkisar 70 hingga 120 sentimeter.
Air masuk ke rumah warga di beberapa titik. Aktivitas masyarakat terhenti. Warga memindahkan barang ke tempat lebih tinggi. Derasnya arus juga merusak infrastruktur. Dinding saluran irigasi Primer D.I Bedadung jebol. Jalan inspeksi di bantaran sungai longsor. Tiga jembatan dilaporkan putus. Kantor UPI Bedadung turut tergenang setinggi 60 hingga 80 sentimeter.
BBWS Brantas mengerahkan Satgas Penanggulangan Bencana untuk penanganan darurat. Perbaikan dinding saluran dilakukan menggunakan alat berat excavator guna menahan laju aliran dan mencegah kerusakan lanjutan. Sebanyak 1.500 sandbag dan 300 jumbobag disiapkan untuk penguatan tanggul sementara.

Keterangan Foto:
Alat berat excavator melakukan normalisasi dan penguatan tebing Sungai Bedadung di kawasan permukiman warga, Jember. Pekerjaan difokuskan pada penanganan darurat pascabanjir untuk mencegah longsor susulan dan melindungi rumah warga di bantaran sungai.
Dok. analisapublik.id
Sumber: PU SDA Provinsi Jawa Timur
Operasi penanganan melibatkan PU SDA Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kabupaten Jember, BPBD, Dinas PU Bina Marga dan SDA, TNI, serta Polri. Masyarakat setempat ikut bergotong royong memperkuat tanggul darurat.
Hingga Jumat pagi, pendataan kerusakan dan evaluasi teknis masih berlangsung. Petugas tetap bersiaga mengantisipasi hujan susulan di wilayah hulu yang berpotensi meningkatkan debit air kembali.
Reporter: Moh. Rifki Hidayat, Nur Hasan
Editor: Subardi, SE
Dok. analisapublik.id
Sumber: PU SDA Provinsi Jawa Timur






