HeadlinePendidikanPolitik

Wujudkan PAUD Berkualitas, Pemkot Surabaya Perkuat Sinergi Bunda PAUD hingga Tingkat Kelurahan

260
×

Wujudkan PAUD Berkualitas, Pemkot Surabaya Perkuat Sinergi Bunda PAUD hingga Tingkat Kelurahan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Pendidikan mempertegas komitmennya dalam membangun fondasi pendidikan karakter sejak dini. Langkah ini diwujudkan melalui Rapat Kerja Bunda PAUD Kecamatan dan Kelurahan se-Kota Surabaya yang digelar di Graha Sawunggaling, Kamis (29/1/2026).

Mengusung tema “Sinergi Partisipasi Semesta Guna Mewujudkan PAUD Bermutu,” agenda ini bertujuan mempererat kolaborasi antar-pemangku kepentingan untuk memastikan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) tersedia secara merata dan berkualitas di seluruh wilayah Surabaya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyatakan bahwa tanggung jawab mendidik generasi muda tidak bisa sepenuhnya bertumpu pada pundak pemerintah. Menurutnya, diperlukan ekosistem yang melibatkan keluarga, masyarakat, hingga sektor swasta.

“Peran Bunda PAUD sangat vital sebagai pondasi dasar pendidikan anak. Mereka adalah jembatan utama antara kebijakan pemerintah dengan realitas di masyarakat,” ujar Febrina dalam keterangannya.

Perempuan yang akrab disapa Febri ini menekankan bahwa Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan bukan sekadar figur pendamping kegiatan seremonial. Lebih dari itu, mereka berperan sebagai penggerak yang mampu menyentuh langsung para orang tua di akar rumput.

Intervensi Bunda PAUD dinilai efektif dalam meningkatkan kesadaran warga untuk menyekolahkan anak sejak usia dini, memperbaiki pola asuh, hingga memastikan kecukupan gizi anak.

“Tanpa peran aktif mereka yang bersentuhan langsung dengan warga, kebijakan pemerintah pusat maupun daerah tidak akan tersampaikan secara maksimal,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, Febri menjabarkan lima poin strategis yang harus menjadi pedoman bagi Bunda PAUD dalam menyusun program kerja ke depan:

Keselarasan Kebijakan: Program kerja harus sejalan dengan visi nasional Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) serta Pemkot Surabaya.

Berbasis Data Riil: Penyusunan rencana kerja wajib merujuk pada data lapangan yang akurat, baik dari Dapodik maupun data kependudukan.

Kolaborasi Multi-Pihak: Memperkuat jejaring dengan camat, lurah, kader PKK, Posyandu, akademisi, hingga dunia usaha melalui program CSR.

Pendidikan Inklusif: Memberikan perhatian khusus bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) guna memastikan PAUD menjadi ruang aman dan ramah bagi semua anak.

Evaluasi Berkala: Melakukan pemantauan rutin untuk menyempurnakan program kerja di masa mendatang.

Program Realistis dan Berdampak
Pemerintah Kota Surabaya berharap rapat kerja ini tidak hanya menghasilkan dokumen formalitas, melainkan program yang aplikatif dan memberikan manfaat nyata bagi wali murid dan anak didik.

“Program tidak harus besar atau rumit, yang penting tepat sasaran dan berkelanjutan. Fokus kita adalah manfaat yang dirasakan langsung oleh anak-anak Surabaya,” tegas Febri.

Meski tantangan ke depan seperti pemerataan akses dan peningkatan mutu lembaga masih membayangi, Pemkot Surabaya optimis sinergi yang kuat akan menjadikan Surabaya sebagai kota yang ramah anak dan unggul dalam pendidikan karakter sejak dini. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.