HeadlinePemerintahan

Harga Minyak Mentah RI Turun Imbas Kelebihan Pasokan Dunia

267
×

Harga Minyak Mentah RI Turun Imbas Kelebihan Pasokan Dunia

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada periode Desember 2025 tercatat mengalami penurunan menjadi US$ 61,10 per barel. Tren koreksi ini dipicu oleh melimpahnya pasokan minyak mentah di pasar global atau fenomena oversupply.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengungkapkan bahwa pasar saat ini tengah dibayangi kecemasan terhadap narasi super glut atau banjir pasokan yang ekstrem.

“Penurunan angka ICP pada bulan Desember 2025 diakibatkan kekhawatiran pasar akan narasi super glut, serta kondisi oversupply minyak dunia yang dipengaruhi oleh produksi Amerika Serikat yang tinggi,” ujar Laode dalam keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).

Berdasarkan catatan Kementerian ESDM, tekanan terhadap harga minyak tidak hanya datang dari Negeri Paman Sam. Peningkatan produksi dari negara-negara anggota OPEC+ juga menjadi faktor penekan.

Laode memaparkan, produksi OPEC+ pada November 2025 meningkat secara tahunan (year-on-year) menjadi 43,1 juta barel per hari (bph). Di sisi lain, OPEC dalam publikasi Desember 2025 turut merevisi naik proyeksi pertumbuhan produksi negara non-OPEC+ sebesar 40 ribu bph menjadi 0,95 juta bph.

Kondisi ini berbanding terbalik dengan sisi permintaan. S&P Global justru memangkas proyeksi pertumbuhan permintaan minyak tahun 2025 sebesar 16 ribu bph menjadi hanya 730 ribu bph.

Bahkan, Badan Energi Internasional (IEA) memprediksi kondisi surplus minyak pada 2026 akan semakin mengkhawatirkan, yakni mencapai 3,7 hingga 4 juta bph. Angka tersebut diprediksi melampaui level stok pada masa pandemi COVID-19.

Redanya Tensi Geopolitik dan Faktor China
Selain faktor fundamental pasokan dan permintaan, meredanya risiko geopolitik antara Rusia dan Ukraina turut memberikan sentimen negatif bagi harga minyak. Sinyal pembatalan aspirasi Ukraina untuk bergabung dengan NATO dinilai pasar sebagai langkah deeskalasi.

Dari sisi produsen, Rusia juga memproyeksikan kenaikan produksi minyak menjadi 10,36 juta bph pada 2025, dan diprediksi merangkak naik ke level 10,54 juta bph pada 2026.

“Penurunan ICP bulan Desember secara umum memang disebabkan oleh peningkatan suplai minyak dunia,” tegas Laode.

Khusus di kawasan Asia Pasifik, pelemahan harga turut dipengaruhi oleh penurunan aktivitas pengolahan kilang (crude throughput) di China. Pada November 2025, angka throughput China turun 0,9 persen secara bulanan menjadi 14,86 juta bph, yang merupakan level terendah dalam enam bulan terakhir.

Sebagai informasi, ICP Desember 2025 yang sebesar US$ 61,10 per barel ini menunjukkan penurunan sebesar US$ 1,73 dibandingkan posisi November 2025 yang berada di angka US$ 62,83 per barel.

Penetapan angka ini telah resmi tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 10.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Bulan Desember 2025.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.