Gaya HidupHeadline

Bidik Medali di Manado, KONI Jatim Evaluasi Total Delapan Cabor Dan Matngkan Strategi

202
×

Bidik Medali di Manado, KONI Jatim Evaluasi Total Delapan Cabor Dan Matngkan Strategi

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Timur mulai memanaskan mesin organisasi untuk menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri II 2026. Fokus utama kali ini adalah efisiensi dan target medali, bukan sekadar partisipasi massal.

Langkah strategis ini dimulai dengan rapat koordinasi intensif bersama pimpinan delapan cabang olahraga (cabor) bela diri di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Rabu (14/1/2026). Delapan cabor yang masuk dalam radar persiapan menuju Manado, Sulawesi Utara, pada Juni mendatang adalah kurash, kabaddi, muaythai, IBCA MMA, hapkido, tinju, anggar, dan kick boxing.

“PON Bela Diri ini menjadi ajang pembuktian sekaligus evaluasi. Kami menyadari kekuatan bela diri Jawa Timur masih perlu ditingkatkan,” ujar Nabil dalam keterangan tertulisnya di Gedung KONI Jatim, Surabaya, Rabu (14/1).

Nabil memastikan tidak akan ada kebijakan “asal kirim” delegasi. KONI Jatim akan menerapkan seleksi ketat berbasis data dan prestasi di bawah pengawasan ketat Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres).

Prioritas utama akan diberikan kepada para peraih medali emas dan perak di PON XXI 2024 Aceh-Sumut, jawara kejurnas, hingga atlet yang bersinar di SEA Games 2025.

“Kami tidak akan mengirim atlet di semua nomor. Hanya nomor yang benar-benar memiliki peluang medali yang akan diikuti. Pendekatan ini juga untuk efisiensi anggaran dan fokus pada hasil,” tegas Nabil.

Selain kualitas fisik, KONI Jatim menginstruksikan para pengurus cabor untuk melakukan ‘spionase’ alias analisis kekuatan lawan dari provinsi lain. Nabil menilai, durasi persiapan yang lebih panjang dibanding edisi sebelumnya di Kudus harus dimanfaatkan untuk menyusun strategi yang lebih presisi.

“Dengan waktu persiapan yang cukup, kami ingin seluruh proses berjalan lebih terukur, mulai dari pemetaan kekuatan, rekrutmen atlet, hingga program latihan yang benar-benar tepat sasaran,” tambahnya.

Langkah agresif di awal tahun 2026 ini diharapkan tidak hanya mendulang medali di Manado, tetapi juga menjadi fondasi kuat bagi Jawa Timur untuk mendominasi cabor bela diri di ajang PON reguler maupun kompetisi internasional di masa depan.

(respatie)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.