Pemerintahan

Kasus Campak di Pamekasan Melonjak Hingga 1.248 Orang dan 12 Meninggal Dunia

243
×

Kasus Campak di Pamekasan Melonjak Hingga 1.248 Orang dan 12 Meninggal Dunia

Sebarkan artikel ini

Pamekasan, analisapublik.id, -Dinas Kesehatan Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, melaporkan sebanyak 1.248 orang terserang penyakit campak sepanjang tahun 2025.

Dari total laporan tersebut, 12 orang dinyatakan meninggal dunia. Kepala Dinkes Pamekasan, Saifudin, mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium, terdapat 209 pasien yang terkonfirmasi positif campak, yang seluruhnya merupakan balita usia satu hingga empat tahun.

Mayoritas balita yang terpapar merupakan mereka yang belum mendapatkan imunisasi. Data menunjukkan bahwa sekitar 78 persen dari pasien positif tidak pernah divaksinasi, sementara sisanya hanya menerima satu kali dosis imunisasi campak.

Menanggapi situasi ini, Dinkes Pamekasan melakukan langkah proaktif dengan sistem jemput bola, yaitu mendatangi rumah warga di 13 kecamatan untuk memberikan imunisasi secara langsung.

Tiga wilayah dengan kasus tertinggi tercatat di Kecamatan Proppo dengan 193 kasus suspek, Kecamatan Pamekasan 167 kasus, dan Kecamatan Pademawu 131 kasus.

Akibat tingginya angka penyebaran, pemerintah daerah telah menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) di 18 desa. Hingga 8 Januari 2026, status KLB tersebut masih diberlakukan karena risiko penularan yang dinilai masih tinggi.( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.