Surabaya,analisapublik.id-Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur resmi menyusun rangkaian kegiatan besar untuk menyemarakkan peringatan Satu Abad NU yang berlangsung mulai 7 Januari hingga 8 Februari 2026. Dengan mengusung tema “Memperkokoh Jam’iyyah, Tradisi, Kontribusi, dan Mengembangkan Peradaban,” peringatan ini menjadi momentum refleksi peran historis NU sekaligus penguatan program strategis di abad kedua.
Ketua Panitia Harlah Satu Abad NU PWNU Jatim, Prof. H. Masykuri Bakri, menjelaskan bahwa rangkaian acara diawali dengan agenda kick off serta sarasehan pesantren dan kebangsaan di Unisma Malang pada 7 Januari. Kegiatan ini menghadirkan tokoh-tokoh berkompeten dari Kemenag RI, UINSA, serta perwakilan Pesantren Tebuireng dan Bayt al Hikmah Pasuruan. Melalui tema yang diangkat, PWNU Jatim berkomitmen memperkuat layanan di sektor ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan sosial-budaya, sembari mempersiapkan Generasi Z Islami NU (GenZI-NU) sebagai pilar masa depan.
Aspek spiritual dan penghormatan terhadap sejarah juga menjadi bagian penting melalui agenda Ziarah Muassis yang digelar pada 24 dan 25 Januari 2026. Seluruh PCNU di kabupaten/kota akan melaksanakan ziarah serentak pada hari pertama, sementara PWNU Jatim akan memusatkan ziarah ke makam para pendiri di Jombang pada hari berikutnya, termasuk ke makam KHM Hasyim Asy’ari, KH Wahab Chasbullah, KH Bisri Syansuri, dan KH Romli Tamim.
Selain agenda keagamaan, kemeriahan Satu Abad NU juga menyentuh aspek seni dan ekonomi. Pameran seni rupa “Mangsa Kalasubo” akan digelar di Galeri DKS Balai Pemuda Surabaya pada 30 Januari hingga 8 Februari, dibarengi dengan layanan kesehatan gratis di seluruh RSNU dan klinik NU se-Jawa Timur. Sementara itu, pada 5–7 Februari, kegiatan berfokus pada penguatan ekonomi melalui NUConomic di Kampung Cokelat, Blitar, yang menghadirkan pameran UMKM unggulan, temu wicara ekonomi, serta konser amal.
Seluruh rangkaian peringatan bersejarah ini akan mencapai puncaknya pada 8 Februari 2026 melalui gelaran Mujahadah Kubro di Stadion Gajayana, Malang. Acara puncak ini diharapkan menjadi ruang doa bersama sekaligus peneguhan khidmat NU dalam memasuki abad kedua perjalanannya bagi bangsa dan peradaban dunia ( wa/ar)






