Malang, analisapublik.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang berupaya maksimal memanfaatkan momentum libur akhir tahun untuk meningkatkan capaian program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Hingga saat ini, realisasi program tersebut baru menyentuh angka 22 persen atau setara dengan 200 ribu jiwa dari total seluruh penduduk di Kota Malang.
Kepala Dinkes Kota Malang, dr. Husnul Muarif, menjelaskan bahwa pihaknya kini mengintegrasikan layanan CKG ke dalam pos-pos pelayanan kepolisian yang dibuka selama pelaksanaan Operasi Lilin Semeru 2025. Langkah ini diambil agar masyarakat yang sedang dalam perjalanan atau menikmati masa libur dapat dengan mudah mengakses layanan deteksi dini kesehatan, seperti pemeriksaan tekanan darah dan gula darah.
Capaian yang ada saat ini merupakan akumulasi sejak dimulainya program pada November 2025, termasuk di dalamnya target sasaran untuk 11 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN). Jika dalam pemeriksaan di pos pelayanan ditemukan gejala penyakit kronis, tim medis akan langsung memberikan rekomendasi agar warga segera melakukan pemeriksaan lanjutan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Selain menyasar pos polisi, Dinkes juga aktif jemput bola dengan membuka layanan di pusat keramaian, seperti kawasan Car Free Day dan berbagai acara publik lainnya. Namun, dr. Husnul mengakui adanya kendala psikologis di tengah masyarakat, di mana banyak warga merasa khawatir atau takut mengetahui hasil diagnosa sehingga enggan memeriksakan diri.
Menanggapi hal tersebut, dr. Husnul terus menekankan pentingnya deteksi dini sebagai langkah percepatan penanganan medis.
Berdasarkan temuan di lapangan, mayoritas keluhan yang muncul berkaitan dengan penyakit tidak menular seperti hipertensi, kadar gula darah yang tinggi, hingga nyeri otot atau mialgia.
Melalui upaya proaktif ini, Dinkes berkomitmen untuk terus mendongkrak capaian program sekaligus meningkatkan kesadaran kesehatan warga Malang. ( wa/ar)






