HeadlinePemerintahan

Bupati Lumajang, FKDM : Mereka Mata dan Telinga Pemerintah

167
×

Bupati Lumajang, FKDM : Mereka Mata dan Telinga Pemerintah

Sebarkan artikel ini

LUMAJANG, analisapublik.id — Bupati Lumajang, Indah Amperawati, resmi mengukuhkan Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kabupaten Lumajang periode 2024–2028 di Stadion Semeru, Selasa (23/12). Dalam pengukuhan tersebut, perempuan yang akrab disapa Bunda Indah ini menegaskan posisi strategis FKDM sebagai sistem peringatan dini berbasis partisipasi masyarakat.

Bunda Indah menyebut FKDM merupakan mitra utama pemerintah dalam mendeteksi potensi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) yang dapat mengguncang stabilitas wilayah.

“FKDM adalah mata dan telinga pemerintah daerah di tengah masyarakat. Melalui peran ini, potensi gangguan dapat diidentifikasi sejak awal sehingga langkah pencegahan bisa dilakukan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih luas,” ujar Indah Amperawati dalam sambutannya.

Jembatan Informasi dan Kebijakan Preventif

Menurut Indah, dinamika sosial yang kian kompleks memerlukan mekanisme deteksi dini yang tidak hanya cepat, tetapi juga berakar kuat di akar rumput. FKDM diposisikan sebagai jembatan informasi yang bertugas menjaring data kewilayahan untuk dikoordinasikan kepada pemerintah daerah.

Informasi yang dihimpun oleh forum ini nantinya akan diolah menjadi dasar pengambilan kebijakan yang bersifat preventif dan responsif.

“Peran FKDM tidak hanya sebatas pengumpulan informasi, tetapi juga pada penguatan kesiapsiagaan sosial dan kepekaan masyarakat terhadap potensi konflik maupun gangguan keamanan,” tuturnya.

Stabilitas Berbasis Partisipasi

Bupati menekankan bahwa stabilitas keamanan di Lumajang mustahil terjaga tanpa keterlibatan aktif warga. Baginya, FKDM adalah wadah nyata di mana masyarakat bisa berperan langsung membangun budaya kewaspadaan dan gotong royong.

Apalagi, Lumajang memiliki keragaman sosial dan dinamika kewilayahan yang tinggi. Keberadaan FKDM diharapkan mampu memonitor setiap perubahan sosial secara akurat agar pemerintah dapat merespons secara proporsional.

“FKDM menjadi wadah partisipasi warga untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketenteraman daerah,” tambah Indah.

Menutup arahannya, Pemerintah Kabupaten Lumajang berkomitmen menjadikan rekomendasi dari FKDM sebagai bahan pertimbangan penting dalam perumusan kebijakan keamanan wilayah.

“Dengan sinergi yang kuat, saya optimistis Lumajang tetap aman, kondusif, dan tangguh menghadapi berbagai potensi gangguan,” pungkasnya. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.