EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Antisipasi Macet Libur Nataru, Dishub Kota Malang Siapkan Skema Contraflow Situasional

230
×

Antisipasi Macet Libur Nataru, Dishub Kota Malang Siapkan Skema Contraflow Situasional

Sebarkan artikel ini

Malang, analisapublik.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan skema arus lawan arah atau contraflow di sejumlah jalur utama guna mengantisipasi kepadatan kendaraan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Penerapan rekayasa lalu lintas ini bersifat situasional, bergantung pada kondisi di lapangan.

​”Rekayasa lalu lintas sifatnya situasional dan disesuaikan dengan kebutuhan. Jika terjadi kepadatan yang signifikan, baru akan kami berlakukan contraflow,” ujar Kepala Dishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis.

​Sejumlah jalur utama yang menjadi perhatian Dishub antara lain Jalan Ahmad Yani, yang merupakan akses utama kendaraan dari arah Surabaya via Tol Karanglo, serta kawasan Universitas Brawijaya menuju Jalan MT Haryono. Widjaja menyebutkan bahwa skema contraflow di Jalan Ahmad Yani berpeluang diterapkan baik dari arah utara ke selatan maupun sebaliknya.

​Selain jalur utama kota, pemantauan intensif juga dilakukan di jalur penghubung antar-daerah, seperti kawasan Jembatan Kedungkandang yang menghubungkan Kota Malang dengan Kabupaten Malang. Jalur tersebut dinilai mulai lancar setelah adanya proyek pelebaran jalan.

Baca Juga:  Volume Sampah Libur Nataru di Tulungagung Meningkat Hingga 1.100 Ton

​”Kami berharap pengerjaan di Jalan Gatot Subroto segera rampung agar membantu kelancaran lalu lintas. Fokus pemantauan juga kami lakukan di Jalan Soekarno-Hatta (Soehat),” tambahnya.

​Di sisi lain, Widjaja optimis kehadiran Bus TransJatim dapat membantu mengurai kepadatan arus lalu lintas selama masa libur akhir tahun. Layanan transportasi umum milik Pemprov Jawa Timur ini diharapkan mampu mengakomodasi mobilisasi wisatawan, terutama mereka yang tiba melalui Stasiun Malang.

​”Bus TransJatim memiliki titik pemberhentian langsung di area Stasiun Malang, sehingga memudahkan akses penumpang. Harapannya, ini bisa mengurangi penggunaan kendaraan pribadi,” jelas Widjaja.

​Berdasarkan data Dishub Jawa Timur, Bus TransJatim telah melayani sekitar 83 ribu penumpang dengan tingkat keterisian (okupansi) mencapai 80 persen sejak resmi beroperasi pada 20 November 2025.

​”Kehadiran TransJatim di stasiun sangat membantu, namun karena ini layanan baru, kami akan terus memasifkan sosialisasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.