Banda Aceh, analisapublik.id -Bencana banjir yang melanda Kabupaten Aceh Timur sejak Rabu (26/11) telah menimbulkan kerugian material dan korban jiwa yang signifikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Timur mencatat total 10.715 rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan parah, sementara jumlah korban meninggal dunia tercatat sebanyak 47 orang.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Aceh Timur, Afifullah, pada Minggu (7/12) menyampaikan pembaruan data terkini mengenai dampak bencana tersebut.
Kerusakan dan Korban
Total 10.715 unit yang rusak tersebut terdiri dari:
- Rusak Berat: 3.823 unit
- Rusak Sedang: 3.316 unit
- Rusak Ringan: 3.576 unit
Kerusakan ini mencakup rumah warga, jembatan putus, jalan longsor, rumah ibadah, sekolah, meunasah, dermaga, serta fasilitas layanan publik lainnya. Kerusakan infrastruktur yang masif menyebabkan lumpuhnya aktivitas perekonomian, pendidikan, dan pelayanan masyarakat di sejumlah wilayah.
Selain korban meninggal, bencana ini juga menyebabkan 1.200 warga mengalami luka-luka, dengan rincian 894 orang luka ringan dan 306 orang luka berat. Para korban luka mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan yang masih beroperasi dan pos-pos medis darurat.
Dampak Pengungsian dan Kendala Penanganan
Banjir terjadi di 413 gampong (desa) yang tersebar di 24 kecamatan di Aceh Timur, dengan ketinggian air yang berkisar antara 10 sentimeter hingga tiga meter.
- Total Warga Terdampak: 235.127 jiwa dari 55.483 keluarga.
- Jumlah Pengungsi: 204.867 jiwa dari 47.094 keluarga.
- Titik Pengungsian: Saat ini, terdapat 820 titik lokasi pengungsian yang menampung warga di meunasah, sekolah, gedung publik, dan rumah warga.
Afifullah menambahkan, banyak wilayah masih dalam kondisi terisolir akibat jembatan dan jalan yang putus. Kendala utama dalam proses penanganan darurat meliputi padamnya listrik di banyak wilayah, terhambatnya operasional transportasi karena keterbatasan pasokan bahan bakar, terputusnya jaringan komunikasi, serta kekurangan perahu karet untuk proses evakuasi.
”Seluruh unsur penanggulangan bencana terus bekerja maksimal di lapangan. Prioritas utama adalah keselamatan warga, evakuasi korban, serta pemenuhan kebutuhan dasar para pengungsi,” tegas Afifullah. ( wa/ar)






