Malang Raya, analisapublik.id Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah proaktif untuk meminimalkan dampak bencana alam dengan menerapkan pola mitigasi melalui penanaman vegetasi skala besar di Malang Raya. Aksi ini dimulai di Taman Merak Pujon Rafting, Desa Sukomulyo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada hari Jumat.
Pelaksana tugas (Plt) Inspektur Utama BNPB, Saeful Alam, menjelaskan bahwa penanaman vegetasi ini merupakan bagian keberlanjutan dari rangkaian program Pooling Fund Bencana (PFB).
”Dengan ini, terlihat bahwa pooling fund diwujudkan, dimulai dari proses mitigasi terkait bencana,” tegasnya.
Penguatan Hulu dan Resapan Air
Peningkatan intensitas cuaca ekstrem dan perubahan iklim belakangan ini telah membuat Jawa Timur menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi yang semakin kompleks, seperti banjir dan tanah longsor. Kondisi ini menuntut pendekatan preventif yang berfokus pada penguatan ekosistem.
Strategi mitigasi vegetasi dinilai efektif karena memperkuat daerah hulu dan kawasan resapan air. Penguatan ini bertujuan untuk menekan risiko terjadinya banjir, tanah longsor, dan degradasi lingkungan.
Total ada 20.000 bibit vegetasi yang siap ditanam di wilayah Kabupaten Malang hingga Kota Batu. Bibit-bibit tersebut terdiri dari tanaman buah seperti alpukat, durian, dan sukun, serta pohon berbatang keras seperti sengon, balsa, trembesi, dan tabebuya.
Diharapkan penguatan tutupan vegetasi di titik-titik rawan ini dapat berdampak signifikan pada pengurangan sedimentasi, peningkatan serapan air, dan pemulihan ekosistem, yang pada akhirnya akan mengurangi risiko bencana hidrometeorologi.
Akses Cepat Pendanaan Bencana melalui PFB
Saeful Alam menambahkan, melalui PFB, proses penanggulangan dan penanganan bencana dapat berjalan lebih cepat. PFB menyediakan dukungan finansial yang cepat dan fleksibel bagi daerah dalam fase prabencana, darurat, hingga pascabencana.
”Contoh di empat kementerian/lembaga (K/L) itu sudah cukup cepat, kalau tidak salah tidak lebih dari 10 hari sudah keluar (dana). Itu dari pengajuan sampai diajukan untuk disetujui lagi ke Kementerian Keuangan,” ungkapnya.
BNPB terus memperkuat pemahaman pemangku kepentingan mengenai Strategi Pembiayaan dan Asuransi Risiko Bencana (PARB), termasuk enam pilar strategis PFB yang menjadi landasan penguatan ketahanan daerah. “Makanya kegiatan ini bisa berlangsung di Jawa Timur,” pungkas Saeful. ( wa/at)








