HeadlinePemerintahan

Verifikasi Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional, Wali Kota Eri Tegaskan Fokus pada Outcome dan Fondasi Generasi 2045

299
×

Verifikasi Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional, Wali Kota Eri Tegaskan Fokus pada Outcome dan Fondasi Generasi 2045

Sebarkan artikel ini

Surabaya, analisapublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya tengah menjalani verifikasi lapangan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional oleh Tim Teknis Direktorat PAUD Kemendikdasmen. Dalam kunjungan di Ruang Sidang Wali Kota, Selasa (4/11/2025), momen ini dimanfaatkan Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, untuk menegaskan bahwa target utama pemerintahannya bukanlah mengejar piala, melainkan membentuk karakter generasi 2045.

Wali Kota Eri secara gamblang menyampaikan komitmennya, meminta kementerian agar sistem apresiasi tidak hanya menilai proses, melainkan harus fokus pada indikator output dan outcome yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Kami telah menyampaikan kepada pihak kementerian bahwa sistem apresiasi hendaknya tidak hanya menilai proses, tetapi harus fokus pada indikator output dan outcome yang berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Wali Kota Eri.

Eri Cahyadi menegaskan bahwa fondasi utama pembangunan masa depan Surabaya bertumpu pada Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), yang diibaratkan sebagai kertas putih penentu karakter generasi pemimpin 2045. Komitmen fundamental ini ditunjukkan dengan dukungan anggaran yang masif:

Alokasi untuk Dinas Pendidikan (Dispendik) mencapai 21% dari APBD Kota Surabaya, atau setara dengan sekitar Rp2,1 triliun.

Sekitar 5 persen dari alokasi Dispendik tersebut dialokasikan khusus untuk program PAUD.

Meski memiliki anggaran besar, Wali Kota Eri menekankan bahwa keberhasilan program PAUD tidak didominasi oleh APBD semata, melainkan melalui semangat gotong royong. Hal ini diwujudkan melalui mobilisasi sektor swasta, khususnya program CSR untuk beasiswa dan peningkatan kualifikasi guru.

“Filosofi ini diimplementasikan hingga ke tingkat akar rumput, melalui Kampung Pancasila dan program Orang Tua Asuh. Program tersebut memungkinkan warga mampu membiayai PAUD anak kurang mampu tanpa mengandalkan dana APBD, sekaligus menegakkan prinsip keadilan sosial sejak dini,” jelasnya.

Senada dengan Wali Kota, Ketua Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, memaparkan visi untuk menjadikan Surabaya sebagai barometer PAUD bermutu di tingkat nasional. Untuk mewujudkan visi tersebut, dibentuk struktur kelompok kerja yang komprehensif, melibatkan 19 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta para akademisi.

Rini Indriyani merinci komitmen pendanaan: anggaran PAUD Holistik Integratif di tahun 2025 mencapai Rp118 miliar. Angka ini diperkuat dengan sinergi pembiayaan eksternal, terutama melalui program CSR, termasuk:

Pemberian beasiswa S1 RPL (Rekognisi Pembelajaran Lampau) kepada 30 guru PAUD.

Dukungan beasiswa S2 bagi sejumlah pendidik.

Surabaya juga berupaya maksimal dalam memperluas akses melalui kebijakan Wajib Belajar 13 Tahun (1 tahun Pra-Sekolah). Upaya ini diwujudkan dengan menyediakan 332 Layanan PAUD yang menyatu dengan SD (PAUD SD 1 Atap) dan merehabilitasi 458 Pos PAUD Terpadu (PPT) di balai-balai RW, yang kini dilengkapi fasilitas TIK.

Istri Wali Kota Eri ini juga menilai pentingnya pembentukan karakter melalui peran aktif orang tua. Untuk itu, Pemkot Surabaya menyelenggarakan Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH). Program ini terdiri dari 14 kali pertemuan wajib yang terbukti efektif melatih ribuan orang tua, termasuk peran ayah, dalam pola asuh, gizi, dan manajemen emosi, yang secara signifikan diklaim meningkatkan kesabaran.

Dalam penguatan karakter, selain mengadopsi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH++), Surabaya secara khusus menambahkan karakter gotong royong dan wani (berani). Karakter wani tersebut diartikan sebagai keberanian untuk berbuat baik dan bertanggung jawab.

Inisiatif komprehensif ini didukung oleh payung hukum yang kuat, seperti Peraturan Walikota (Perwali) tentang PAUD Inklusif dan SOTH, serta kemitraan dengan 19 instansi termasuk lembaga internasional seperti UNICEF.

Di sisi lain, Ketua Tim Verifikator Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional dari Tim Teknis Direktorat PAUD Kemendikdasmen RI, Muhammad Ngasmawi, menjelaskan bahwa kedatangan timnya ke Surabaya bertujuan memverifikasi implementasi program yang telah diajukan Bunda PAUD Kota Surabaya. Tim verifikator berencana mengunjungi lima lokasi selama dua hari, termasuk Graha PAUD, Kecamatan Peneleh, Wonokromo, Kelurahan Ketabang, dan Kelurahan Keputih.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.