HeadlinePemerintahan

Kota Surabaya Raih Penghargaan BRIDA Optimal 2025 dari BRIN

381
×

Kota Surabaya Raih Penghargaan BRIDA Optimal 2025 dari BRIN

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali mencatatkan namanya di kancah nasional, mengukuhkan posisinya sebagai pionir dalam inovasi birokrasi berbasis data. Kota Pahlawan berhasil meraih Penghargaan BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Republik Indonesia.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, kepada Pemkot Surabaya dalam acara Apresiasi BRIDA/BAPPERIDA Optimal 2025 yang diselenggarakan di Jakarta, Senin (27/10/2025). Surabaya dinilai luar biasa dalam melaksanakan riset dan inovasi secara kolaboratif untuk menyelesaikan masalah daerah.

Kunci Utama: Dashboard Satu Data Realtime Penggerak Ekonomi
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan bahwa kunci utama di balik prestasi ini adalah inovasi unggulan kota, yakni “Dashboard Satu Data Realtime Penggerak Ekonomi Masyarakat.”

“Penghargaan ini adalah bukti komitmen Pemerintah Kota Surabaya dalam memanfaatkan teknologi dan data untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wali Kota Eri.

Dashboard ini bukan sekadar aplikasi, melainkan sistem terintegrasi yang berfungsi mengumpulkan, mengolah, dan menyajikan data pembangunan secara real-time. Tujuannya jelas: mendukung pengambilan keputusan yang cepat dan tepat, khususnya dalam menggerakkan sektor ekonomi rakyat Surabaya.

Eri Cahyadi menjelaskan, fitur-fitur strategis dari dashboard ini mencakup:

Integrasi data pembangunan dari berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) secara real-time.

  • Monitoring program strategis, seperti Gerakan Pangan Murah, Tanam Cepat Panen, dan E-Peken Surabaya.
  • Visualisasi data interaktif untuk analisis dan evaluasi kinerja program.
  • Platform kolaboratif yang memfasilitasi koordinasi antar-OPD dalam penyelesaian masalah di lapangan.

“Dashboard Satu Data Realtime bukan hanya alat monitoring, tetapi menjadi instrumen strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui program-program inovatif yang terukur dan berbasis bukti. Kami akan terus berinovasi,” tegasnya.

Seleksi Ketat BRIN: Surabaya Unggul dalam Penyelesaian Masalah
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, menjelaskan bahwa proses penilaian oleh BRIN dilakukan terhadap 24 provinsi, 187 kabupaten, dan 41 kota yang telah membentuk BRIDA/BAPPERIDA.

“Penilaian didasarkan pada dua indikator utama, yakni kinerja jumlah rekomendasi kebijakan yang dimanfaatkan dan peran BRIDA dalam optimalisasi potensi dan/atau penyelesaian permasalahan daerah,” jelas Irvan.

Dari proses analisis yang ketat, hanya 39 BRIDA/BAPPERIDA dari seluruh tingkatan yang berhasil meraih apresiasi ini. Kota Surabaya menjadi salah satu dari 27 daerah yang memenangkan kategori Peran BRIDA dalam Optimalisasi Potensi dan Penyelesaian Permasalahan Daerah.

Irvan menambahkan, implementasi Dashboard Satu Data Realtime telah memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, antara lain:

  • Meningkatkan efektivitas program pengentasan kemiskinan dan stunting melalui data yang akurat.
  • Mempercepat respons pemerintah terhadap permasalahan ekonomi masyarakat.
  • Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan program pembangunan daerah.
  • Mengoptimalkan anggaran melalui perencanaan yang berbasis data.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemkot Surabaya untuk terus mengembangkan inovasi strategis. Ke depannya, Dashboard Satu Data Realtime akan terus disempurnakan untuk mendukung terwujudnya Smart City Surabaya yang lebih inklusif, responsif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.