Headline

MotoGP Mandalika 2025 Sukses Penuh, Okupansi Hotel Lombok Capai 93%

382
×

MotoGP Mandalika 2025 Sukses Penuh, Okupansi Hotel Lombok Capai 93%

Sebarkan artikel ini

Lombok, analisapublik.id – Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025 di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mencatatkan rekor baru dalam sejarah penyelenggaraan MotoGP di Indonesia. Ajang balap dunia ini tidak hanya sukses dari sisi teknis, tetapi juga memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap sektor ekonomi dan pariwisata daerah.

Antusiasme publik tercermin dari tingkat okupansi hotel di kawasan The Mandalika yang mencapai 100% penuh, bahkan melampaui kapasitas yang tersedia. Menurut data Dinas Pariwisata NTB, rata-rata tingkat hunian hotel di seluruh Pulau Lombok selama periode balapan mencapai 93%, dengan Kota Mataram di angka 90%.

“Fakta ini bukan hanya kebanggaan Indonesia, tetapi juga kontribusi nyata bagi masyarakat Lombok dan NTB melalui penguatan pariwisata, ekonomi kreatif, serta reputasi bangsa di mata internasional,” ujar Troy Warokka, Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2025, dalam siaran resminya, Minggu (5/10/2025).

Maskapai Tambah 44 Penerbangan, Omzet UMKM Melonjak
Seiring meningkatnya kunjungan wisatawan, sejumlah maskapai nasional menambah frekuensi penerbangan menuju Lombok. Berdasarkan data Angkasa Pura I, terdapat 44 extra flight selama periode MotoGP Mandalika 2025, yang didukung oleh Garuda Indonesia (18 penerbangan), Citilink (10), AirAsia (8), dan maskapai lainnya.

Penambahan frekuensi penerbangan ini mempertegas fungsi MotoGP sebagai akselerator mobilitas wisatawan dan instrumen penggerak ekonomi daerah.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Yusron Hadi, melaporkan sejumlah pelaku industri pariwisata mengalami peningkatan omzet hingga 60%–80% dibandingkan periode reguler. Sekitar 7.000 kamar hotel dan homestay di Lombok Tengah terisi penuh sejak H-3 penyelenggaraan.

“Lonjakan ini membawa dampak positif langsung bagi sektor perhotelan, transportasi darat, dan UMKM lokal,” kata Yusron.

Sektor transportasi lokal, rental kendaraan, kuliner, dan suvenir lokal ikut terdongkrak. Pedagang di kawasan Kuta Mandalika melaporkan penjualan meningkat dua hingga tiga kali lipat selama akhir pekan balapan.

Model Pariwisata Berbasis Event dan Perbaikan Infrastruktur
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) menilai ajang MotoGP ini sebagai model keberhasilan sinergi lintas sektor dalam mendukung pariwisata berkelanjutan berbasis event internasional.

Penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 dinilai paling tertata sejak pertama kali digelar. Infrastruktur sirkuit, aksesibilitas, dan pelayanan penonton menunjukkan peningkatan signifikan, termasuk perbaikan tata parkir dan sistem transportasi. PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (ITDC) menyiapkan layanan shuttle bus terintegrasi dari bandara ke area sirkuit, serta mengoptimalkan sistem tiket digital dan e-parking.

“Kami ingin setiap orang yang datang ke Mandalika bukan sekadar menonton balapan, tapi juga menikmati Lombok sebagai destinasi kelas dunia,” kata Direktur Utama ITDC Ari Respati.

Realisasi Asta Cita Presiden Prabowo
Penyelenggaraan MotoGP Mandalika menjadi bukti konkret pelaksanaan Asta Cita ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yakni memperkuat ekonomi nasional berbasis pariwisata dan ekonomi kreatif, serta Asta Cita ke-8, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemerataan pembangunan daerah.

Di luar arena balapan, geliat ekonomi terasa di lapak-lapak UMKM. Produk lokal seperti tenun Sasak, madu trigona, dan kopi Sembalun menjadi primadona. Sari, pelaku UMKM tenun, mengaku omzetnya naik sampai tiga kali lipat dibanding hari biasa.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Dito Ariotedjo menambahkan, “Event seperti MotoGP menjadi etalase Indonesia yang berkelas global. Ini adalah bentuk nyata dari pemerataan pembangunan dan penguatan ekonomi masyarakat.”

Dengan hotel penuh, penerbangan melonjak, dan sektor UMKM hidup kembali, MotoGP Mandalika 2025 menegaskan transformasi Lombok menjadi ikon sport tourism Indonesia dan motor pertumbuhan ekonomi inklusif.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.