EkbisGaya HidupHeadlinePolitik

Menag: Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny Jadi Pelajaran Penting untuk Keselamatan Bangunan

579
×

Menag: Tragedi Ambruknya Ponpes Al Khoziny Jadi Pelajaran Penting untuk Keselamatan Bangunan

Sebarkan artikel ini

Sidoarjo, analisapublik.id – Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyatakan peristiwa ambruknya bangunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur, adalah bahan pembelajaran penting agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

“Bagi kita ini suatu pelajaran. Kita akan mencoba mengeliminir jangan lagi ada peristiwa seperti ini yang terjadi di tempat lain,” kata Nasaruddin saat meninjau lokasi di Sidoarjo, Selasa (30/09/2025).

Menyikapi tragedi ini, Menag menyatakan Kementerian Agama (Kemenag) akan merumuskan kebijakan khusus yang mengharuskan pembangunan pondok pesantren dan madrasah untuk mengindahkan aturan pemerintah di bidang konstruksi bangunan. Hal ini bertujuan untuk menjamin aspek keselamatan santri maupun masyarakat sekitar.

“Karena itu kami selaku Menteri Agama tentu juga akan menciptakan suatu ketentuan khusus bahwa pembangunan pondok pesantren dan madrasah dan apapun juga, sebaiknya kita mengindahkan peraturan yang berlaku sebagaimana yang ditetapkan pemerintah dalam bidang pembangunan,” tegasnya.

Rencana Panduan Teknis dan Penanganan Psikologis

Sebagai langkah antisipasi, Nasaruddin menyampaikan bahwa Kemenag akan segera menggelar pertemuan dengan para ahli pembangunan dan pihak terkait guna menyusun panduan teknis yang dapat dijadikan acuan oleh lembaga pendidikan agama ketika mendirikan bangunan.

“Tekad kami jangan lagi ada peristiwa yang sama terjadi di masa yang akan datang. Sesegera mungkin (kami) akan mengadakan pertemuan dengan pihak terkait karena kami bukan ahli bangunan. Nanti kami akan bekerja sama dengan pihak terkait,” ujarnya.

Selain fokus pada pencegahan, Menag juga menekankan pentingnya penanganan aspek psikologis bagi keluarga dan santri terdampak. Ia menyebut stabilisasi emosi merupakan pendekatan awal agar semua pihak dapat berpikir jernih dan mencari solusi terbaik.

“Barusan saya ketemu dengan Pak Kyai (pengasuh pesantren). Pendekatan pertama yang kita lakukan yaitu menstabilkan emosi. Bagaimana menciptakan kondisi agar kita semua bisa berpikir objektif dan positif,” ucapnya.

Menag juga menyampaikan bahwa perhatian dan dukungan tidak hanya datang dari Kemenag, tetapi juga dari lembaga lain seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Dalam kunjungan tersebut, Nasaruddin juga menyalurkan bantuan sebesar Rp610 juta untuk penanganan korban dan pemulihan pesantren.

Data Korban

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur per pukul 11.00 WIB, jumlah korban akibat ambruknya bangunan mencapai 100 orang, dengan rincian tiga orang meninggal dunia, 26 pasien rawat inap, 70 pasien pulang, dan satu pasien dirujuk. Proses evakuasi masih terus dilakukan oleh Basarnas, BPBD, TNI, dan Polri.(wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.