EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Pemerintah Kota Kediri Tingkatkan Kewaspadaan, Kasus DBD di Awal 2025 Capai 150

464
×

Pemerintah Kota Kediri Tingkatkan Kewaspadaan, Kasus DBD di Awal 2025 Capai 150

Sebarkan artikel ini

 

Kediri, analisapublik.id- Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, terus meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit demam berdarah dengue (DBD) yang disebabkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Langkah ini diambil menyusul tercatatnya 150 kasus DBD di Kota Kediri sepanjang awal Januari 2025.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, Moh Fajri Mubasysyir, data pemetaan wilayah menunjukkan Kecamatan Pesantren menjadi area dengan kasus tertinggi (61 kasus), diikuti Kecamatan Mojoroto (50 kasus) dan Kecamatan Kota (39 kasus).

Meski demikian, Fajri menyebut jumlah kasus ini mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 256 kasus. Tahun 2024 menjadi puncak kasus tertinggi karena musim hujan yang berlangsung panjang dan merata di berbagai wilayah.

Strategi Pencegahan Berkelanjutan

Dinas Kesehatan Kota Kediri telah melakukan berbagai langkah preventif untuk menekan populasi nyamuk dan memutus rantai penyebaran virus dengue. Langkah-langkah tersebut meliputi:

  • Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) Terpadu: Dinkes memperkuat sinergi lintas sektor dan melibatkan masyarakat dalam kegiatan PSN yang berkelanjutan.
  • Kerja Bakti Rutin: Kelurahan-kelurahan aktif mengadakan kerja bakti bersama warga setiap hari Minggu untuk membersihkan lingkungan.
  • Gerakan 3M Plus: Warga terus diajak menggalakkan Gerakan 3M Plus, yaitu Menguras, Menutup, dan Memanfaatkan kembali barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Fajri menegaskan bahwa kesehatan adalah tanggung jawab bersama. Oleh karena itu, peran serta seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, sangat diperlukan dalam upaya pencegahan ini. Ia berharap langkah-langkah terpadu tersebut mampu menurunkan angka kasus DBD dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Kota Kediri.

Rapat Koordinasi Lintas Sektor

Dalam rangka memperkuat respons, Dinkes Kediri juga telah mengadakan rapat koordinasi terkait kewaspadaan penyebaran DBD. Rapat ini dihadiri oleh perwakilan dari:

  • Kelurahan dengan kasus DBD tertinggi
  • Dinas Pendidikan Kota Kediri
  • Cabang Dinas Pendidikan Kediri
  • Kementerian Agama Kota Kediri
  • Pengurus pondok pesantren
  • Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Kediri

Kepala Dinkes mengajak seluruh peserta untuk aktif berjejaring dan mengimplementasikan pengetahuan yang diperoleh sesuai dengan tugas dan wewenang masing-masing.( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.