EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

Tingkatkan Ekspor, Perundingan FTA Indonesia-GCC Ditargetkan Rampung Akhir 2025″

442
×

Tingkatkan Ekspor, Perundingan FTA Indonesia-GCC Ditargetkan Rampung Akhir 2025″

Sebarkan artikel ini

Jakarta, analisapublik.id – Indonesia dan Dewan Kerja Sama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC) berupaya mempercepat penyelesaian Perjanjian Perdagangan Bebas (FTA) hingga akhir tahun 2025. Putaran ketiga perundingan telah selesai dilaksanakan dan berhasil mencapai kemajuan signifikan.

Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI, Djatmiko Bris Wijaksono, menjelaskan bahwa putaran ketiga ini merupakan langkah kunci untuk mempercepat perundingan setelah pertemuan intersesi dan putaran kedua sebelumnya.

“Kami mendorong adanya titik temu dan fleksibilitas dari kedua pihak, terutama untuk isu-isu utama yang menjadi kepentingan bersama. Ini akan menjadi pilar penguatan kemitraan jangka panjang Indonesia dan GCC,” jelas Djatmiko.

Dalam perundingan tersebut, isu-isu penting yang dibahas mencakup perdagangan barang dan jasa, investasi, dan ketentuan asal barang. Selain itu, perundingan juga menyentuh aspek kerja sama ekonomi, usaha kecil dan menengah (UKM), serta ekonomi Islam (halal).

Sementara itu, Direktur Perundingan Bilateral Kemendag RI, Danang Prasta Danial, menyebutkan bahwa Indonesia dan GCC telah mencapai kesepakatan pada isu Movement of Natural Person (MNP) dan kemajuan pada teks perundingan. Untuk mempercepat penyelesaian, pertemuan intersesi akan kembali diadakan sebelum putaran keempat.

Kerja sama melalui Indonesia-GCC FTA ini diperkirakan dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi Indonesia hingga $258,40 juta. FTA ini juga berpotensi meningkatkan ekspor Indonesia ke kawasan Teluk sebesar 17,4%, terutama untuk produk unggulan seperti peralatan elektronik, kulit, tekstil, dan produk logam.

Perlu diketahui, perundingan Indonesia-GCC FTA ini diluncurkan pada 31 Juli 2024. Hingga Juni 2025, total perdagangan antara Indonesia dan GCC telah mencapai $7,9 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia sebesar $4 miliar dan impor sebesar $3,9 miliar ( wa/ar).

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.