TUBAN, analisapublik.id – Setelah berjalan selama 35 hari, program pelatihan berbasis kompetensi non-institusional hasil kolaborasi BNNK Tuban, UPT BLK Tuban, dan Pemerintah Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, resmi ditutup di balai desa setempat, Rabu (20/8/2025).
Kepala Desa Socorejo, Zubas Arief Rahman Hakim, mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 16 warga Desa Socorejo, khususnya generasi muda. Pelatihan servis sepeda motor injeksi ini dipilih karena tingginya minat dari peserta.
“Ini sebagai upaya pemberdayaan masyarakat sekaligus memperkuat benteng pencegahan narkoba yang terus digencarkan di kalangan pemuda,” kata Gus Arief, sapaannya.
Alumnus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini menegaskan, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan kerja, tetapi juga sebagai langkah nyata membentengi masyarakat dari pengaruh narkoba.
“Terkait dengan bekal keterampilan ini, peserta diharapkan mampu mandiri, produktif, dan menjadi bagian dari lingkungan yang sehat,” harap kades dua periode itu.
Lawan Narkoba dengan Keterampilan
Gus Arief juga menekankan bahwa pemberantasan narkoba perlu dilakukan dengan cara-cara konstruktif. Menurutnya, narkoba tidak bisa diperangi hanya dengan hukuman, tetapi juga dengan membekali masyarakat dengan keterampilan.
“Kalau punya skill, mereka bisa berdaya dan menjauhi narkoba,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kasi Pelatihan dan Sertifikasi UPT BLK Tuban, Apal Supendi, turut menyampaikan apresiasi dan motivasi bagi para peserta. Ia mengingatkan bahwa tidak semua warga mendapat kesempatan pelatihan ini karena terbatasnya kuota.
“Selamat bagi peserta yang meraih predikat kompeten. Bagi yang belum, jangan berkecil hati, terus belajar dan tingkatkan kemampuan,” pesannya.
Sementara itu, Kepala BNNK Tuban, AKBP Bagus Hari Cahyono, dalam sambutannya saat menutup kegiatan secara resmi, menyampaikan terima kasih atas sinergi lintas sektor yang terjalin.
“Jangan berhenti belajar, ilmu dan keterampilan yang diperoleh ini harus terus dikembangkan agar bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat,” imbuh AKBP Bagus.
Acara ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis, doa bersama, serta harapan agar hasil pelatihan benar-benar menjadi bekal kerja sekaligus perisai dalam upaya pencegahan narkoba di Kabupaten Tuban.
(Res)








