Mojokerto, analisapublik.id – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas PU Bina Marga terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Salah satu buktinya adalah pelaksanaan rekonstruksi Jembatan Bubak yang resmi dimulai pada Juli 2025. Proyek ini dikelola oleh UPT Pengelolaan Jalan dan Jembatan Mojokerto dengan target penyelesaian selama 150 hari kalender.
Proyek strategis ini berada di bawah komando Kepala UPT PJJ Mojokerto, Alief Akbari, S.T., M.M., dengan pelaksana teknis PPK wilayah Mojokerto, Tri Cahyo Utomo. Pelaksanaan konstruksi dipercayakan kepada PT Kemuning Yona Pratama, sedangkan pengawasan dilakukan oleh konsorsium CV Pandu Nagari – PT Bhakti Persada (KSO).

Nama paket pekerjaan ini adalah Rekonstruksi Jembatan Bubak dengan Nomor Kontrak 600.1136471/KONTRAK/JBTBUBAK/103.6.2/2025. Nilai kontrak mencapai Rp12.166.287.995,76 yang bersumber dari anggaran publik. Kontrak ditandatangani pada 14 Juli 2025, dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender sehingga pekerjaan ditargetkan selesai sebelum akhir tahun 2025.
Lokasi proyek berada di Kabupaten Mojokerto, tepatnya di Jembatan Bubak yang menjadi jalur vital penghubung mobilitas warga sekaligus arus distribusi barang di kawasan Mojokerto dan sekitarnya. Kondisi jembatan yang sudah tidak layak dan berpotensi membahayakan pengguna jalan menjadi alasan utama dilaksanakannya rekonstruksi ini.
Selain perbaikan struktur, proyek ini menitikberatkan pada aspek keselamatan transportasi, peningkatan kapasitas jalan, serta kelancaran distribusi barang. Dengan perbaikan ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas sekaligus memperlancar konektivitas antarwilayah.

PPK Tri Cahyo Utomo memastikan seluruh tahapan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis. Sementara itu, Site Manager PT Kemuning Yona Pratama, Aris Suryun Yanto, menegaskan bahwa manajemen waktu, tenaga kerja, serta ketersediaan material dijaga ketat agar progres tidak terhambat.
Kepala UPT PJJ Mojokerto, Alief Akbari, menegaskan proyek ini merupakan bentuk nyata pemanfaatan anggaran publik yang hasilnya langsung dirasakan masyarakat. “Dengan sinergi antara pemerintah, penyedia jasa, dan masyarakat, kami berharap rekonstruksi berjalan lancar, tepat waktu, dan memberi manfaat besar bagi keselamatan serta perekonomian daerah,” ujarnya.
Bagi masyarakat Mojokerto, Jembatan Bubak bukan sekadar jalur lintas, melainkan simbol pembangunan yang menghadirkan dampak nyata terhadap kesejahteraan.
Saksikan liputan lengkapnya melalui kanal YouTube berikut:
👉 Rekonstruksi Jembatan Bubak Mojokerto – AnalisapublikTV :






