EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahan

34 Ribu Peserta PBI JKN di Wilayah Tulungagung Dinonaktifkan Sementara

373
×

34 Ribu Peserta PBI JKN di Wilayah Tulungagung Dinonaktifkan Sementara

Sebarkan artikel ini

Tulungagung, analisapublik.id – Sebanyak 34.000 peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di wilayah kerja BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung dinonaktifkan sementara mulai 1 Juni 2025. Penonaktifan ini merupakan penyesuaian data dari Kementerian Sosial.

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Tulungagung, Fitriyah Kusumawati, merinci bahwa jumlah peserta yang dinonaktifkan meliputi 12.000 orang di Kabupaten Tulungagung, 12.000 di Trenggalek, dan 10.000 di Pacitan.

Cara Reaktivasi dan Batas Waktu

Peserta yang dinonaktifkan memiliki kesempatan untuk mengurus aktivasi kembali hingga 11 Juli 2025. Fitriyah menjelaskan bahwa proses pengajuan dilakukan melalui puskesmas dan akan diteruskan ke Dinas Sosial setempat.

“Masyarakat yang tergolong tidak mampu, memiliki penyakit kronis, atau sedang membutuhkan pelayanan kesehatan tetap dapat mengajukan aktivasi ulang,” jelas Fitriyah.

Peserta dapat mengecek status keaktifan mereka di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas. Jika statusnya nonaktif dan membutuhkan pelayanan, peserta diimbau untuk segera melapor agar proses aktivasi dapat segera dilakukan.

Pentingnya Skrining Kesehatan

Fitriyah juga menyarankan agar peserta melakukan skrining riwayat kesehatan terlebih dahulu, terutama bagi lansia dan mereka yang belum pernah memanfaatkan layanan JKN. Hal ini penting untuk mendeteksi penyakit kronis yang mungkin belum tercatat.

“Kalau setelah dua bulan tidak melapor dan memang tidak memenuhi kriteria, maka statusnya menjadi nonaktif permanen, kecuali ada pendataan ulang dari Kemensos,” tegasnya.

Koordinasi Lintas Instansi

Untuk mempercepat verifikasi dan validasi data peserta PBI, BPJS Kesehatan telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) di masing-masing kabupaten.

“Harapannya, hingga 11 Juli data sudah masuk semua agar peserta yang memenuhi syarat bisa langsung diaktifkan. Kalau hari itu lapor dan sudah diverifikasi, maka hari itu juga bisa langsung aktif,” tutup Fitriyah.( wa/ar)