HeadlinePemerintahan

255 Desa di Temanggung Kebut Pembangunan Koperasi Merah Putih

351
×

255 Desa di Temanggung Kebut Pembangunan Koperasi Merah Putih

Sebarkan artikel ini

TEMANGGUNG, analisapublik.id — Tim Satuan Tugas (Satgas) Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Temanggung terus memacu akselerasi pembangunan gedung gerai koperasi. Proyek ini merupakan bagian dari eksekusi Program Strategis Nasional (PSN) yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Data terbaru menunjukkan, dari total 289 desa dan kelurahan di Kabupaten Temanggung, sebanyak 255 wilayah telah memulai konstruksi fisik gedung. Sementara itu, 34 desa sisanya tercatat masih terkendala urusan klasik: ketersediaan lahan.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Temanggung menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan program ini. Bupati Temanggung, Agus Setyawan, menegaskan bahwa kunci keberhasilan PSN ini terletak pada koordinasi yang rapat antara eksekutor lapangan, pemerintah daerah, dan aparatur desa.

“Intinya, Pemerintah Kabupaten Temanggung mendukung sepenuhnya PSN Koperasi Desa Merah Putih. Harapannya, sinergitas selalu terjaga karena ujungnya adalah kesejahteraan masyarakat,” ujar Agus saat ditemui di sela Upacara Adat Merti Dusun Nyadran Lepen di Desa Legoksari, Senin (5/1/2026).

Agus memproyeksikan, hingga akhir Januari 2026, setidaknya tiga hingga lima koperasi desa sudah rampung secara fisik, lengkap dengan infrastruktur pendukungnya.

Terkait kendala lahan di beberapa titik, Agus memastikan Pemkab tidak akan tinggal diam. Pihaknya membuka peluang pemanfaatan aset daerah, terutama bagi wilayah kelurahan yang memiliki keterbatasan lahan strategis.

“Beberapa kelurahan sudah mengajukan pemanfaatan aset Pemkab. Sepanjang lokasinya strategis dan memungkinkan, tentu akan kami fasilitasi,” imbuhnya.

Di tingkat tapak, progres pembangunan tampak bergerak masif. Kepala Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Nopirmansyah, mengungkapkan bahwa pembangunan gedung koperasi di desanya kini sudah menyentuh angka 90 persen.

“Pembangunan ini dikebut sekitar lima sampai enam hari ke depan. Insya Allah segera selesai, termasuk penataan lahan parkir agar tidak menghambat aktivitas,” kata Nopirmansyah.

Ia memastikan aspek legalitas lahan di desanya sudah klir. Gedung tersebut berdiri di atas tanah bondo desa yang telah disepakati melalui Musyawarah Desa Khusus (Musdesus). Tanah tersebut secara resmi diserahkan kepada koperasi untuk dikelola sepenuhnya demi kepentingan ekonomi warga.

Koperasi Desa Merah Putih diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi baru di perdesaan, memangkas rantai distribusi, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional dari level paling bawah. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.