HeadlinePemerintahanPendidikan

Wamensos Pastikan Sekolah Rakyat Tidak Boleh Ada Siswa Titipan

422
×

Wamensos Pastikan Sekolah Rakyat Tidak Boleh Ada Siswa Titipan

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, analisapublik.id – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan, seluruh proses seleksi siswa Sekolah Rakyat di Kabupaten Buton Tengah, Sulawesi Tenggara, harus mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Ini untuk memastikan tidak ada siswa yang masuk melalui “jalur khusus” atau titipan.

“Tidak boleh ada titipan. Setelah data siswa dikonfirmasi berdasarkan DTSEN dan mendapat izin orang tua, baru disahkan oleh bupati dan dikirim ke Kemensos,” kata Agus Jabo dalam keterangan resmi, usai menerima audiensi Bupati Buton Tengah, Azhari, di Jakarta, Senin (11/8/2025).

Agus Jabo juga mengingatkan agar tata ruang sekolah mengikuti standar Sekolah Rakyat, dengan memisahkan sekat antarjenjang dan area sekolah dari Universitas Sembilanbelas November (USN) yang berdekatan.

Persiapan Matang untuk Tahap Awal
Agus Jabo Priyono meminta ada penanggung jawab yang mengawasi langsung pada awal pembukaan sekolah. Menurutnya, tantangan awal akan sangat krusial.

“September nanti saat siswa masuk bersama guru dan tenaga pendidik, pasti akan ada tantangan. Misalnya, ada siswa yang kangen orang tua atau belum terbiasa tidur di asrama, semua harus segera diatasi. Kesehatan siswa juga harus dicek, jangan sampai ada yang dipulangkan karena sakit, tetapi harus diobati sesuai arahan presiden,” ujarnya.

Tak hanya itu, Wamensos juga menekankan perhatian pada kebutuhan harian siswa, termasuk makan tiga kali sehari, camilan dua kali sehari, dan delapan stel seragam yang harus dipenuhi.

Buton Tengah Siapkan 8 Hektare Lahan dan Renovasi Total Gedung
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buton Tengah memastikan seluruh persiapan pelaksanaan Sekolah Rakyat hampir rampung. Bahkan, Pemkab sudah menyiapkan lahan seluas 8 hektare bersertifikat dan melakukan renovasi total gedung.

“Perbaikan dan pengecekan sudah dilakukan, termasuk listrik, air bersih, kasur, kursi, meja, dapur kering dan basah, bangsal makan, dan akses jalan menuju sekolah. Pengerjaan akses jalan bahkan kami kebut dalam tiga pekan sebagai bentuk keseriusan kami,” kata Bupati Azhari.

Pada tahap awal, sekolah ini disiapkan untuk 150 siswa yang akan mulai belajar pada September 2025. Gedung yang digunakan merupakan fasilitas Universitas Sembilanbelas November (USN) yang telah direnovasi, dilengkapi dengan enam ruang kelas (masing-masing dua untuk SD, SMP, dan SMA), laboratorium, perpustakaan, kamar tidur siswa, dan lapangan olahraga. Saat ini, pendaftaran siswa masih berlangsung dengan kuota 50 siswa per jenjang.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.