MOJOKERTO – analisapublik.id | Pemerintah Kota Mojokerto mulai kembali mengakselerasi ritme kerja aparatur sipil negara (ASN) setelah masa libur panjang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026. Penegasan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, saat memimpin apel pagi di halaman Balai Kota Mojokerto, Senin (30/3/2026).
Langkah tersebut menjadi sinyal awal bahwa fase pasca-libur bukan sekadar transisi administratif, melainkan momentum strategis untuk memastikan seluruh program pembangunan tetap berjalan sesuai rencana.
Dalam arahannya, wali kota yang akrab disapa Ning Ita itu menekankan pentingnya disiplin waktu dan percepatan kinerja. Ia meminta seluruh ASN segera kembali pada ritme kerja normal dan fokus mengejar target program yang telah ditetapkan sebelumnya.
“Seluruh pekerjaan harus berjalan sesuai timeline. Tidak boleh ada keterlambatan pasca cuti bersama. Disiplin dan komitmen terhadap target harus diperkuat kembali,” ujarnya.
Penegasan tersebut tidak hanya menyasar aspek kehadiran, tetapi juga kualitas pelaksanaan tugas. ASN diingatkan untuk menjalankan fungsi pelayanan publik secara profesional, bertanggung jawab, dan berintegritas, terutama dalam menghadapi dinamika kebutuhan masyarakat pasca-Lebaran yang cenderung meningkat.
Lebih jauh, Ning Ita juga menyoroti pentingnya internalisasi nilai dasar ASN, yakni BerAKHLAK, sebagai fondasi utama budaya kerja birokrasi. Ia menegaskan bahwa nilai tersebut tidak boleh berhenti pada tataran formalitas administratif.
“BerAKHLAK harus menjadi perilaku nyata dalam setiap pelayanan kepada masyarakat. Ini bukan sekadar slogan, tetapi standar kerja yang harus dijalankan secara konsisten,” tegasnya.
Dari perspektif organisasi, wali kota menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dicapai secara parsial. Sinergi lintas perangkat daerah menjadi faktor kunci dalam menjaga efektivitas program dan keberlanjutan kebijakan.
Menurutnya, seluruh elemen birokrasi harus bergerak dalam satu sistem yang terintegrasi, dengan visi yang sama untuk mendorong kemajuan Kota Mojokerto.
“Kita bukan bekerja sendiri-sendiri. Kita adalah satu sistem, satu tim besar. Kolaborasi menjadi kunci agar target pembangunan dapat tercapai secara optimal,” ungkapnya.
Secara keseluruhan, arahan tersebut mencerminkan tiga fokus utama pasca-libur Lebaran: penguatan disiplin ASN, percepatan realisasi program kerja, dan peningkatan kolaborasi antarlembaga. Ketiganya dinilai krusial untuk menjaga kualitas pelayanan publik tetap stabil sekaligus memastikan tidak terjadi perlambatan kinerja birokrasi.
Dengan pendekatan tersebut, Pemerintah Kota Mojokerto berupaya menjaga kesinambungan pelayanan kepada masyarakat sekaligus memastikan agenda pembangunan daerah tetap berjalan sesuai jalur yang telah direncanakan.






