HeadlinePemerintahan

Surabaya Jadi Pilot Project Proyek SETI Jerman, Kembangkan Bangunan Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

365
×

Surabaya Jadi Pilot Project Proyek SETI Jerman, Kembangkan Bangunan Hemat Energi dan Ramah Lingkungan

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Surabaya ditunjuk sebagai kota percontohan implementasi proyek Sustainable Energy Transition in Indonesia (SETI) oleh Kementerian Federal Urusan Ekonomi dan Aksi Iklim (BMWK) Pemerintah Jerman, melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Penunjukan ini menjadikan Surabaya sebagai kota pertama yang mengimplementasikan efisiensi energi dan energi terbarukan di sektor bangunan gedung.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, menyatakan bahwa Surabaya dipilih karena Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dinilai mampu mengurangi emisi gas rumah kaca pada bangunan. Hal ini ia sampaikan dalam seminar “Efisiensi Energi dan Energi Terbarukan pada Bangunan” di Auditorium Pascasarjana Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Selasa (16/9/2025).

Fabby menambahkan, IESR berkomitmen untuk mendampingi Pemkot Surabaya dalam mempercepat dekarbonisasi dari sektor lingkungan terbarukan (built environment). “Sejak awal tahun SETI sudah bekerja di Surabaya. IESR sedang menjalankan studi nilai dasar konsumsi energi di bangunan gedung di Surabaya. Total ada 295 bangunan yang menjadi sampel. Studi ini nantinya dapat memberikan informasi bagi pemilik bangunan untuk melaksanakan upaya-upaya penghematan energi dan memangkas biaya operasional bangunan di masa depan,” kata Fabby.

Proses studi lapangan ini ditargetkan rampung pada akhir September 2025, dengan hasilnya akan dipresentasikan pada Oktober 2025.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian, dan Pengembangan (Bappedalitbang) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan bahwa efisiensi energi bukan sekadar wacana bagi Pemkot Surabaya. Menurut data global, sektor bangunan menyumbang sekitar 40% emisi energi di tahun 2030.

Irvan menekankan bahwa langkah ini selaras dengan Visi Kota Surabaya, yaitu “Transformasi Kota Surabaya Menuju Kota Dunia yang Maju, Humanis dan Berkelanjutan”. Ia juga menyebutkan, Pemkot Surabaya menerapkan konsep Compact City untuk efisiensi energi dan energi terbarukan.

“Melalui misi Wali Kota Eri Cahyadi, kami berfokus pada pelayanan publik dan tidak fokus pada mobilitas. Melalui konsep ini, pemkot mendekatkan pelayanan publik dengan masyarakat, mulai dari kesehatan, sekolah, pelayanan RW, sehingga warga tidak perlu bertransportasi. Karena mobilitas adalah bagian dari energi, kami dekatkan (pelayanan),” ujar Irvan.

Bangunan Hijau dan Inovasi Ramah Lingkungan
Untuk mendukung efisiensi energi, Pemkot Surabaya juga menerapkan peraturan Bangunan Gedung Hijau (BGH) atau Green Building. Aturan ini mengharuskan setiap pembangunan gedung di Surabaya memenuhi standar teknis yang signifikan dalam menghemat air dan sumber daya.

“Jadi ada pengelolaan tapak, mulai dari menghadap matahari, pintunya, atau desain arsitekturnya. Efisiensi penggunaan energinya, efisiensi penggunaan airnya, kualitas udara dalam ruangan, penggunaan material ramah lingkungan, pengelolaan sampah, hingga pengelolaan air limbahnya,” paparnya.

Penerapan Green Building ini sudah terlihat pada beberapa bangunan pemerintah seperti Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ), Gedung Bappedalitbang, hingga penggunaan solar cell di kantor pemerintah, sekolah, dan traffic light. Sebagai terobosan, Surabaya juga memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) Benowo yang pertama di Indonesia.

Irvan menyampaikan, semua ini dapat dicapai berkat gotong royong seluruh pihak, mulai dari perguruan tinggi, media, masyarakat, swasta, hingga komunitas. Ia menegaskan, Pemkot Surabaya sangat terbuka bagi siapa pun yang ingin berdiskusi dan menyampaikan inovasi terkait efisiensi energi.

“Pak Wali berharap, seminar ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat. Silakan bagi yang ingin berdiskusi bisa melalui Bappedalitbang untuk perencanaan. Kami juga sempat berdiskusi dengan melibatkan Gen Z terkait perencanaan 20 tahunan, RPJP, RPJM, hingga rencana tahunan kami juga melibatkan anak-anak muda,” pungkasnya.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.