EDITORIALHeadline

Surabaya Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi, Pemerintah Siapkan PLTSa Tahap Kedua

15
×

Surabaya Dorong Pengolahan Sampah Jadi Energi, Pemerintah Siapkan PLTSa Tahap Kedua

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – analisapublik.id | Upaya pengelolaan sampah berbasis energi di Kota Surabaya mendapat perhatian pemerintah pusat. Pemerintah berencana mendorong pembangunan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) tahap kedua guna memperkuat sistem pengolahan sampah di Kota Pahlawan.

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, usai meninjau kegiatan kerja bakti pembersihan Sungai Kalimas bersama jajaran pemerintah daerah di Surabaya, Jumat (6/3/2026).

Hanif menilai Surabaya merupakan salah satu kota yang konsisten dalam mengelola sampah menjadi energi listrik secara berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan tambahan menjadi langkah strategis untuk menuntaskan sisa timbulan sampah yang masih ada di kota tersebut.

“Melalui upaya dan kerja keras Wali Kota Surabaya serta dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, telah diusulkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tahap kedua. Jika terealisasi, Surabaya akan memiliki dua fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik,” ujarnya.

Ia menjelaskan pemerintah pusat juga terus mengawal proses pendanaan proyek pengolahan sampah tersebut agar dapat segera direalisasikan.

Untuk alokasi anggaran tahun 2025, pencairan dana direncanakan dilakukan pada tahun ini setelah memperoleh persetujuan dari Menteri Keuangan. Sementara untuk tahun 2026, anggaran pembangunan fasilitas tersebut telah tersedia di kementerian terkait.

“Untuk tahun 2026, anggarannya sudah tersedia di kementerian kami dan akan dicairkan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan,” jelasnya.

Meski demikian, Hanif menegaskan pembangunan infrastruktur pengolahan sampah tidak akan optimal tanpa perubahan perilaku masyarakat, khususnya dalam hal pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

Menurutnya, pengelolaan sampah yang efektif harus dimulai dari sumbernya sehingga beban pengolahan di tingkat kota dapat berkurang.

“Pengelolaan sampah yang paling ideal adalah dimulai dari rumah tangga melalui pemilahan yang konsisten. Jika dipilah dengan baik, sampah tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi bisa menjadi sumber daya ekonomi, energi, bahkan sumber daya baru bagi masyarakat,” pungkasnya.

Pemerintah berharap pengembangan teknologi pengolahan sampah berbasis energi seperti PLTSa dapat menjadi solusi jangka panjang bagi kota-kota besar dalam mengatasi persoalan sampah sekaligus mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan.

Sumber : Pemkot kota Surabaya

Editor : Respatie

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.