EDITORIALHeadline

Satker PJN IV Jatim Tutup 5.265 Lubang, Sisa 57 Titik Dikebut 48 Jam

11
×

Satker PJN IV Jatim Tutup 5.265 Lubang, Sisa 57 Titik Dikebut 48 Jam

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – analisapublik.id | Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah IV Jawa Timur mencatat percepatan signifikan penanganan jalan berlubang sepanjang awal 2026. Dari total 494,55 kilometer ruas nasional yang menjadi tanggung jawabnya, dengan dukungan 199 jembatan sepanjang 6.410 meter, tingkat kemantapan jalan saat ini berada di angka 92,7 persen.

Data internal satker menunjukkan sejak Januari hingga akhir Februari 2026, sebanyak 5.265 lubang berhasil ditutup. Penanganan difokuskan pada ruas dengan lalu lintas harian tinggi dan dominasi kendaraan berat yang berisiko mempercepat kerusakan struktur perkerasan.

Kepala Satker PJN IV Jawa Timur, Ida Bagus Made Artamana, menegaskan pola kerja tahun ini berbasis patroli aktif dan respons maksimal 1 x 24 jam.

“Kami tidak menunggu laporan menumpuk. Tim patroli bergerak setiap hari. Jika ditemukan lubang, langsung ditangani. Sekarang tersisa 57 titik dan kami targetkan tuntas dalam 48 jam,” ujarnya.

Koridor Waru hingga batas Kota Ngawi menjadi salah satu fokus utama. Dari 753 lubang yang sempat terdata di wilayah tersebut, kini hanya tersisa enam titik dan seluruhnya dipastikan selesai hari ini. Langkah ini dilakukan untuk menjaga konektivitas jalur distribusi antarwilayah yang menopang sektor industri, perdagangan, dan logistik Jawa Timur.

Ruas prioritas meliputi Pakah–Temangkar, Babat–Lamongan, Babat–Bojonegoro, serta Mojokerto–Jombang. Jalur ini menjadi lintasan kendaraan sumbu berat dan angkutan barang antarkabupaten. Gangguan kecil seperti lubang dapat memicu kecelakaan tunggal maupun perlambatan arus kendaraan.

Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali, Javid Hurriyanto, menegaskan percepatan penanganan lubang menjadi strategi menjaga keselamatan pengguna jalan sekaligus mempertahankan kemantapan jaringan nasional.

“Penanganan lubang tidak boleh menunggu kerusakan meluas. Kami instruksikan seluruh satker bergerak cepat dan terukur. Keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Secara teknis, wilayah kerja Satker PJN IV dibagi dalam enam Pejabat Pembuat Komitmen. Setiap PPK menyiapkan minimal satu tim reaksi cepat lengkap dengan material tambal cepat yang disesuaikan kondisi cuaca. Pada musim hujan, metode penanganan menyesuaikan kadar kelembapan agar daya lekat material tetap optimal.

Curah hujan tinggi dalam dua bulan terakhir menjadi faktor dominan munculnya lubang baru. Air yang meresap ke lapisan pondasi mempercepat degradasi struktur, terutama pada ruas dengan beban lalu lintas padat. Karena itu, selain tambal sulam, pengendalian juga diarahkan pada pembenahan drainase dan titik genangan untuk mencegah kerusakan berulang.

Satker PJN IV menargetkan kemantapan jalan nasional tetap di atas 92 persen pada triwulan pertama 2026. Penyelesaian 57 titik tersisa dalam dua hari menjadi indikator kinerja awal tahun sekaligus upaya menjaga stabilitas konektivitas wilayah menjelang peningkatan mobilitas masyarakat.

Reporter: Rijen Senario

Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.