EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahanPendidikan

RSUD Dr. Soetomo Siap Implementasikan Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit

382
×

RSUD Dr. Soetomo Siap Implementasikan Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit

Sebarkan artikel ini

Surabaya, analisapublik.id-Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan kesiapan RSUD Dr. Soetomo (RSDS) Surabaya untuk menjalankan sistem pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit atau hospital based.

Selain memperkuat layanan kesehatan, langkah ini bertujuan memposisikan RSDS sebagai Academic Medical Center berstandar dunia.

Komitmen tersebut disampaikan Khofifah saat bertemu dengan Menko PMK Pratikno dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Jakarta.

Khofifah menjelaskan bahwa konsep Academic Medical Center akan mengintegrasikan layanan kesehatan dengan fungsi pendidikan dan riset secara mendalam.

Strategi pendidikan hospital based ini juga dipandang sebagai solusi efektif untuk memeratakan distribusi tenaga medis, terutama dokter spesialis, ke wilayah Tertinggal, Terluar, dan Terpencil (3T).

Khofifah berharap sistem ini dapat berjalan beriringan dengan pola pendidikan berbasis universitas (university based) yang sudah ada.

Menanggapi hal tersebut, Menko PMK Pratikno meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur segera menyusun masukan teknis agar kedua sistem pendidikan tersebut dapat bersinergi dengan baik.

Dukungan serupa datang dari Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin yang menilai program ini sangat strategis bagi pemenuhan kebutuhan dokter spesialis secara nasional.

Pemerintah pusat berkomitmen membantu RSDS dalam menemukan mitra perguruan tinggi yang tepat untuk mendukung transisi ini.

Direktur RSDS, Cita R.S. Prakoeswa, menambahkan bahwa pihaknya telah bertransformasi menjadi Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) sesuai regulasi yang berlaku.

Salah satu fokus utama ke depan adalah mengoptimalkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) pada program studi bedah saraf.

Hingga kini, RSDS telah meluluskan lebih dari 170 dokter spesialis bedah saraf yang kini mengabdi di berbagai penjuru Indonesia.

Keunggulan utama dari skema hospital based ini adalah beban biaya pendidikan yang ditiadakan bagi para peserta.

Dalam sistem ini, para calon dokter spesialis akan berstatus sebagai tenaga kontrak rumah sakit yang berhak mendapatkan gaji bulanan serta dukungan beasiswa dari LPDP.

Melalui implementasi ini, RSUD Dr. Soetomo diharapkan mampu mencetak lebih banyak tenaga ahli berkualitas guna meningkatkan standar kesehatan nasional.( at/wa)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.