EDITORIALHeadlinePeristiwa

Refleksi dan Aksi Nyata FPK Kota Malang: 157 Mahasiswa Sumatera Terdampak Bencana Terima Bantuan

×

Refleksi dan Aksi Nyata FPK Kota Malang: 157 Mahasiswa Sumatera Terdampak Bencana Terima Bantuan

Sebarkan artikel ini

MALANG | analisapublik.id — Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Malang menggelar kegiatan refleksi kebangsaan sekaligus penyaluran bantuan bagi mahasiswa asal Sumatera yang terdampak bencana di daerah asalnya.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Widyaloka ini menjadi bentuk solidaritas nyata bagi para perantau yang keluarganya sedang menghadapi musibah.

Sebanyak 157 mahasiswa asal Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara menerima bantuan berupa sembako, bantuan tunai, hingga dukungan non-tunai.

Bantuan tersebut merupakan hasil kolaborasi FPK Kota Malang bersama Pemerintah Kota Malang. Penyaluran sembako bahkan dilakukan dalam dua tahap langsung ke asrama mahasiswa.

Ketua FPK Kota Malang, Ahmad Fuad A. Rahman, mengatakan kegiatan ini merupakan wujud kepedulian masyarakat Kota Malang terhadap mahasiswa yang keluarganya terdampak bencana.

“Bencana di Sumatera bukan hanya soal kerusakan fisik. Banyak keluarga kehilangan mata pencaharian. Dampaknya juga dirasakan anak-anak mereka yang sedang kuliah di sini,” ujar Fuad.

Menurutnya, kondisi ekonomi keluarga yang terganggu berpotensi menghambat keberlanjutan studi mahasiswa di perantauan. Karena itu, FPK mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut membantu, baik korban di daerah bencana maupun mahasiswa yang terdampak secara tidak langsung.

Baca Juga:  Tingkatkan Layanan Publik, Polres Tulungagung Latih Personel Public Speaking dan Bahasa Isyarat

Tak hanya bantuan jangka pendek, FPK juga mendorong langkah strategis dari perguruan tinggi. Fuad berharap kampus dapat mempertimbangkan kebijakan pembebasan SPP atau pemberian beasiswa bagi mahasiswa terdampak.
“Mereka ini generasi penerus bangsa. Jangan sampai pendidikan mereka terhenti karena musibah,” tegasnya.

Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur pemerintah dan tokoh masyarakat. Perwakilan Wali Kota Malang melalui Kepala Bakesbangpol Kota Malang Drs. Alie Mulianto, MM, hadir bersama unsur Korem 083/Baladhika Jaya, Bakorwil Jawa Timur, Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur, serta jajaran pemerintah daerah.

Sejumlah pimpinan perguruan tinggi juga tampak hadir, di antaranya Universitas Brawijaya, Universitas Merdeka Malang, dan Universitas Tribhuwana Tunggadewi. Ketua Baznas Kota Malang Prof. Dr. H. Kasuwi Saiban, S.H., M.Ag., jajaran camat se-Kota Malang, pengurus FPK Provinsi Jawa Timur, serta FPK kabupaten/kota se-Malang Raya turut mengikuti kegiatan tersebut.

Suasana refleksi yang semula haru sempat mencair saat Ketua FPK Kabupaten Pasuruan, Gus Bay, menyelipkan humor segar di penghujung acara.

“Kota yang tidak bisa bernyanyi itu Manado. Do saja tidak tahu, apalagi re mi,” kelakarnya, disambut gelak tawa peserta yang memenuhi gedung.

Baca Juga:  PWI Jatim dan Pemuda Pancasila Perkuat Kolaborasi, Dorong Sinergi Media dan Kepemudaan

Momen mengharukan terjadi ketika Rektor Universitas Merdeka Malang, Dr. Prihat Assih, memberikan uang saku spontan sebesar Rp50 ribu kepada seluruh mahasiswa yang hadir usai mendengar testimoni mereka.

“Saya merasa sebagai orang tua bisa merasakan apa yang mereka alami. Ini bentuk kasih sayang untuk anak-anak kita,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Ketua FPK Jawa Timur Ali Zaini mengapresiasi langkah cepat FPK Kota Malang. Ia menyebut FPK sebagai wadah pembauran sekitar 63 suku di Jawa Timur yang memiliki tanggung jawab moral ketika ada saudara sebangsa tertimpa musibah.

“Ketika ada bencana, kita tidak boleh tinggal diam. Solidaritas lintas suku dan daerah harus terus dijaga,” katanya.

Sebelumnya, FPK Jawa Timur juga telah menggelar penggalangan dana melalui berbagai kegiatan sosial dan budaya di Surabaya. Bantuan yang terkumpul telah disalurkan kepada korban bencana di daerah terdampak.

Melalui kegiatan ini, FPK berharap dukungan moral dan material bagi mahasiswa terdampak dapat terus berlanjut, sehingga mereka tetap fokus menyelesaikan pendidikan di tengah situasi sulit yang dihadapi keluarga di kampung halaman.

Baca Juga:  Tingkatkan Layanan Publik, Polres Tulungagung Latih Personel Public Speaking dan Bahasa Isyarat
Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.