SURABAYA – analisapublik.id | Hujan deras mengguyur Kota Surabaya sejak siang, Jumat 27 Februari 2026. Intensitas hujan yang tinggi membuat sejumlah ruas jalan tergenang dan arus lalu lintas melambat. Di tengah kondisi tersebut, R.H.M. Ali Zaini tetap menyalurkan 100 nasi kotak untuk jamaah berbuka puasa pada hari ke-9 Ramadan.
Penyaluran dipusatkan di dua lokasi. Masjid Mubarok di kawasan Keputran dan Masjid Diponegoro Surabaya menjadi titik distribusi. Relawan mulai bergerak pada sore hari. Mereka memastikan seluruh paket tiba sebelum waktu Magrib agar dapat langsung dimanfaatkan jamaah yang hadir untuk berbuka bersama.
Di Masjid Mubarok, paket berbuka diterima langsung oleh pengurus takmir. Nasi kotak kemudian disusun rapi di serambi masjid. Beberapa jamaah yang datang lebih awal ikut membantu menata hidangan dan mempersiapkan air minum. Suasana gotong royong terlihat jelas meski hujan masih turun di luar area masjid.
Sementara itu di Masjid Diponegoro, distribusi berlangsung saat hujan turun cukup deras. Relawan mengatur proses pembagian agar tidak terjadi penumpukan di satu titik. Jamaah tetap hadir dan menunggu waktu berbuka dengan tertib. Anak-anak hingga orang tua duduk berjejer sambil menunggu azan Magrib berkumandang.

Keterangan Foto :
R.H.M. Ali Zaini bersama relawan dan pengurus masjid saat menyalurkan 100 nasi kotak untuk jamaah berbuka puasa di Masjid Mubarok dan Masjid Diponegoro, Surabaya, Jumat 27 Februari 2026.
Distribusi tetap berjalan meski hujan mengguyur kota, dengan dukungan sejumlah organisasi dan relawan lapangan.
Kegiatan ini melibatkan Forjasi Indonesia, Harian Indonesia News, LPKAN, FPK Jatim, dan PT ULI. Koordinasi dilakukan sejak pagi untuk memastikan jumlah paket, rute distribusi, dan pembagian tugas relawan berjalan efektif. Kolaborasi antarorganisasi ini mempercepat proses di lapangan serta meminimalkan kendala akibat cuaca.
R.H.M. Ali Zaini menegaskan Ramadan menjadi momentum memperkuat kepedulian sosial. Ia menyampaikan bahwa kondisi hujan tidak boleh menjadi alasan untuk menghentikan aksi berbagi. Menurutnya, komitmen sosial harus diwujudkan secara konsisten, terutama pada bulan yang sarat nilai kebersamaan dan solidaritas.
Ia juga menilai kegiatan berbagi buka puasa di masjid memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Selain membantu jamaah yang membutuhkan, kegiatan tersebut mempererat hubungan antarwarga dan relawan. Interaksi sederhana saat menata dan membagikan makanan menjadi ruang memperkuat kebersamaan.
Berdasarkan data Kementerian Agama, jutaan umat Islam di Indonesia menjalankan ibadah puasa setiap tahun. Di Surabaya, tradisi buka bersama di masjid tetap menjadi pilihan warga. Banyak jamaah memanfaatkan momen ini untuk beribadah sekaligus bersilaturahmi. Dukungan donatur dan relawan membantu pengurus masjid menyediakan konsumsi, terutama ketika kondisi cuaca menyulitkan persiapan mandiri.
Distribusi 100 nasi kotak tersebut berlangsung tertib hingga waktu berbuka tiba. Relawan membagi paket secara langsung kepada jamaah untuk mencegah antrean panjang. Sejumlah jamaah menyampaikan apresiasi atas kepedulian yang ditunjukkan, terutama karena kegiatan tetap berjalan meski hujan mengguyur kota.
Program berbagi ini direncanakan berlanjut hingga akhir Ramadan. Panitia membuka ruang partisipasi masyarakat yang ingin terlibat sebagai relawan maupun donatur. Kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masjid dan jamaah pada hari-hari berikutnya.
Reporter: Kiki Juanda, SE
Editor: Tunggal Teja Asmara






