EkbisGaya HidupHeadlinePemerintahanPolitik

PWNU Jatim Minta Pemerintah dan Masyarakat Jaga Persatuan, Soroti Kesenjangan Pasca-Insiden Ojol

452
×

PWNU Jatim Minta Pemerintah dan Masyarakat Jaga Persatuan, Soroti Kesenjangan Pasca-Insiden Ojol

Sebarkan artikel ini

Surabaya,anlisapjblik.id  – Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur (Jatim) mengimbau pemerintah, DPR, dan aparat penegak hukum agar lebih terbuka dalam menerima masukan dari masyarakat. Di sisi lain, masyarakat juga diminta untuk menjaga persatuan saat menyalurkan aspirasinya.

​”Leluhur kita dapat mencapai kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 dengan mengedepankan persamaan dan persatuan yang dilandasi rasa persaudaraan,” kata Ketua PWNU Jatim KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Kiai Kikin, Sabtu (30/8).

​Pernyataan ini disampaikan Kiai Kikin menyikapi aksi solidaritas untuk almarhum Affan Kurniawan, seorang pengemudi ojek online (ojol) yang meninggal dunia akibat dilindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa di Jakarta pada Kamis (28/8).

​Saat ini, Divisi Propam Mabes Polri telah mengusut dan memeriksa tujuh anggota Satbrimob Polda Metro Jaya yang diduga bertanggung jawab atas insiden tersebut.

​Kiai Kikin menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Affan Kurniawan. Menurutnya, insiden ini merupakan cerminan dari kesenjangan antara pemerintah dan masyarakat yang sudah terjadi sejak lama.

​Oleh karena itu, pengasuh Pesantren Tebuireng, Jombang, ini mengajak semua pihak untuk menyikapi situasi ini dengan kesabaran, menahan diri, serta mengutamakan keselamatan dan keutuhan bangsa. Ia juga berharap agar tidak terjadi kerusakan yang lebih besar demi kemajuan bersama.

​”Mari kita bersama-sama menjaga ketertiban, mengedepankan rasa persaudaraan, dan tidak menimbulkan perselisihan yang menyebabkan adanya permusuhan, sehingga kita tidak kehilangan kekuatan untuk maju,” ujar cucu pendiri NU, Hadratussyekh KH Hasyim Asy’ari, itu.

​Terkait aksi demonstrasi, Kiai Kikin berpesan agar penyampaian aspirasi diniatkan untuk membangun Indonesia yang lebih baik di masa depan. Ia juga berharap pemerintah, DPR, dan aparat menerima masukan dengan “kepala dingin”, profesional, dan lapang dada.

​”Dengan adanya persatuan, kemajuan bangsa dan negara akan tercapai,” tutup Kiai ( wa/ar)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.