KEDIRI – analisapublik.id | Pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Plosokidul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, mencatat progres 5,9 persen. Sisa waktu pelaksanaan sekitar empat bulan. Angka ini memicu evaluasi menyeluruh terhadap manajemen proyek.
Program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif nasional untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Di Kediri, pembangunan fisik menjadi tahapan krusial sebelum operasional belajar dimulai.
Proyek ini dikerjakan oleh PT Nindya Karya sebagai kontraktor pelaksana. Dengan progres di bawah 10 persen, Pemerintah Kabupaten Kediri memperketat kontrol lapangan. Monitoring kini dilakukan rutin dengan sistem pelaporan terjadwal.
Tim teknis memeriksa volume pekerjaan, kesesuaian spesifikasi, serta kurva S progres fisik. Evaluasi dilakukan mingguan untuk memastikan deviasi tidak melebar. Jika ditemukan keterlambatan, kontraktor wajib menyampaikan rencana percepatan tertulis.
Pemkab Kediri menekankan tiga langkah utama percepatan :
• Optimalisasi tenaga kerja di lapangan
• Percepatan suplai material konstruksi
• Pengaturan ulang jadwal kerja agar lebih efektif
Namun percepatan tidak boleh mengorbankan mutu. Struktur bangunan harus memenuhi standar teknis. Pengawasan kualitas dilakukan berlapis untuk mencegah pekerjaan ulang yang justru memperlambat target.
Empat bulan ke depan menjadi fase krusial. Jika ritme kerja tidak meningkat signifikan dalam beberapa minggu ke depan, risiko keterlambatan terbuka. Pemerintah daerah menyatakan komitmen menjaga proyek tetap on schedule agar fasilitas pendidikan dapat segera dimanfaatkan masyarakat.
Reporter: Rijen Senario
Editor: Subardi, SE






