HeadlinePemerintahan

Prabowo Sambut Presiden Peru, Pererat Hubungan 50 Tahun dan Bahas Perdagangan Bilateral

273
×

Prabowo Sambut Presiden Peru, Pererat Hubungan 50 Tahun dan Bahas Perdagangan Bilateral

Sebarkan artikel ini

Jakarta, analisapubik.id – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Peru, Dina Ercilia Boluarte Zegarra, dalam format working lunch di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (11/8/2025). Pertemuan ini dihadiri oleh delegasi dari kedua negara.

Dalam pengantarnya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kunjungan kenegaraan Presiden Dina Boluarte ke Indonesia.

“Yang Mulia Presiden Dina Boluarte, Presiden Republik Peru, beserta rombongan. Sekali lagi, terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada kami dapat menerima Yang Mulia dalam kunjungan kenegaraan ini,” ujar Presiden Prabowo.

Kepala Negara menekankan bahwa ini adalah pertemuan kedua mereka dalam setahun terakhir, setelah pertemuan di Lima, Peru, pada November 2024, serta di sela KTT APEC. Menurutnya, momentum ini menjadi landasan kuat untuk mempererat persahabatan dan membuka peluang kerja sama di berbagai bidang strategis.

“Kunjungan ini punya arti yang khusus karena besok adalah 50 tahun hubungan diplomatik antara Indonesia dan Peru. Saya sangat yakin bahwa kerja sama kita bisa kita tingkatkan karena kita punya kepentingan yang sama. Kita sama-sama ingin membangun kesejahteraan rakyat kita,” ungkapnya.

Senada dengan Prabowo, Presiden Dina Boluarte menyampaikan terima kasih atas undangan tersebut. Ia menyebut kunjungan ini sudah direncanakan sejak pertemuan mereka pada KTT APEC 2024.

“Sejak saat itu, kami telah berupaya melalui kementerian dan Kementerian Luar Negeri kami untuk mewujudkan kunjungan ini. Kami ingin bertepatan dengan kunjungan ini, Bapak Presiden, dengan kehadiran kami, mengingat besok, sebagaimana telah Bapak sampaikan, kita akan merayakan 50 tahun persahabatan antara dua negara bersaudara, Indonesia dan Peru,” ucapnya.

Presiden Dina Boluarte juga mengungkapkan sejumlah langkah konkret untuk memperkuat hubungan perdagangan. Salah satunya adalah penandatanganan Indonesia–Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) yang memungkinkan produk blueberry asal Peru memasuki pasar Indonesia. Selain itu, proses pembukaan akses pasar untuk buah delima juga sedang dalam tahap finalisasi.

“Terima kasih, Bapak Presiden, atas komitmen Bapak, karena hal ini telah mempersingkat proses dan prosedur, dan kini kami dapat mengatakan bahwa hal ini telah terwujud di Peru,” tuturnya.

Pertemuan bilateral ini menjadi momentum strategis untuk membahas langkah nyata memperluas kerja sama di berbagai bidang. Kedua negara menegaskan komitmennya untuk terus menjalin hubungan erat sebagai sesama negara di kawasan Pasifik yang tengah membangun.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.