Pamekasan, analisapublik.id – Proyek pembangunan Pasar Kolpajung Kabupaten Pamekasan yang dibiayai melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akhirnya tuntas setelah melalui proses pembangunan sejak Mei 2023. Pasar rakyat modern dua lantai dengan nilai investasi negara mencapai Rp81,7 miliar tersebut kini tinggal menunggu peresmian dan mulai menunjukkan dampak nyata bagi aktivitas perdagangan masyarakat.
Pembangunan Pasar Kolpajung dilaksanakan melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR, Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Permukiman Wilayah I Provinsi Jawa Timur. Kehadiran pasar baru ini menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang selama bertahun-tahun dihadapi pedagang maupun masyarakat, mulai dari kondisi bangunan yang tidak lagi memadai, kepadatan aktivitas perdagangan, hingga terganggunya akses lalu lintas akibat melubernya lapak pedagang ke badan jalan.
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Prasarana Strategis I Balai Prasarana Permukiman Wilayah Jawa Timur, M. Akbar Ansari, menjelaskan bahwa pembangunan pasar rakyat tidak hanya berbicara soal konstruksi bangunan, tetapi juga menyangkut aspek sosial yang kompleks.
Menurutnya, tantangan terbesar selama pelaksanaan proyek justru berasal dari proses relokasi pedagang, penyesuaian dengan masyarakat sekitar, serta koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Namun seluruh tahapan tersebut berhasil dilalui hingga pembangunan dapat diselesaikan sesuai rencana.
“Pasar merupakan sentra ekonomi masyarakat. Ketika pasar lama sudah tidak lagi layak dan aktivitas perdagangan meluas hingga mengganggu akses publik, maka diperlukan penataan kembali agar aktivitas ekonomi dapat berlangsung lebih tertib, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Akbar menegaskan bahwa secara teknis pembangunan tidak menemui hambatan berarti karena seluruh potensi masalah telah diidentifikasi dan dimitigasi sejak tahap perencanaan.
Ia mencontohkan kondisi Pasar Kolpajung sebelumnya yang dinilai sudah tidak mampu menampung jumlah pedagang yang terus bertambah. Akibatnya, aktivitas jual beli meluas hingga ke akses jalan dan menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat.
Kini kondisi tersebut berubah. Pasar Kolpajung hadir dengan bangunan yang lebih representatif, tertata, serta dilengkapi berbagai fasilitas pendukung yang mendukung aktivitas perdagangan modern tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai pasar rakyat.
Relokasi 1.213 Pedagang Berjalan Lancar
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Pamekasan, Ahmad Basri Yulianto, mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Pamekasan telah menyiapkan berbagai langkah untuk memastikan operasional pasar berjalan optimal sejak hari pertama dibuka.
Salah satunya adalah penyusunan regulasi melalui Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pasar Rakyat serta Peraturan Bupati Pamekasan Nomor 11 Tahun 2024 sebagai dasar pengelolaan pasar secara profesional dan transparan.
Menjelang peresmian, sebanyak 1.213 pedagang telah direlokasi dari Tempat Penampungan Sementara (TPS) ke Pasar Kolpajung yang baru.
Proses relokasi dilakukan melalui mekanisme pengundian berdasarkan zonasi perdagangan untuk menjamin transparansi dan keadilan bagi seluruh pedagang.
“Sistem pengundian dilakukan berdasarkan zonasi, baik untuk komoditas basah, makanan dan minuman, konveksi maupun jenis usaha lainnya. Alhamdulillah proses relokasi berjalan lancar dan tidak menimbulkan persoalan berarti,” kata Ahmad Basri.
Dari hasil relokasi tersebut, sekitar 190 pedagang los telah menempati lokasi usahanya. Sementara sebagian pemilik kios masih dalam proses perpindahan karena masih terikat kontrak sewa di lokasi sebelumnya.
Dilengkapi Musala, Ruang Laktasi hingga e-Retribusi
Tidak hanya menghadirkan bangunan baru, Pasar Kolpajung juga dirancang dengan konsep pelayanan publik yang lebih modern.
Pasar ini dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti musala, ruang laktasi, pos kesehatan, ruang satgas pasar, fasilitas perbankan, kantor pengelola, area parkir yang luas, sistem pengolahan limbah, hingga fasilitas pengelolaan sampah terpadu.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga mulai menerapkan sistem e-Retribusi berbasis pembayaran non-tunai bekerja sama dengan Bank Jatim.
Melalui sistem tersebut, pembayaran retribusi tidak lagi menggunakan karcis manual, melainkan menggunakan kartu elektronik sehingga seluruh transaksi dapat tercatat secara transparan dan akuntabel.
Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus meminimalkan potensi kebocoran penerimaan retribusi pasar.
Pedagang dan Pengunjung Rasakan Manfaat Langsung
Keberadaan pasar baru ini mendapat sambutan positif dari para pedagang.
Perwakilan pedagang Pasar Kolpajung menyebut bangunan baru tersebut memberikan rasa nyaman dan optimisme baru bagi para pelaku usaha kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.
Mereka berharap pasar segera diresmikan agar aktivitas perdagangan dapat berjalan lebih maksimal.
“Kami sangat bersyukur. Dulu pasar sudah tidak layak, sekarang menjadi bangunan yang megah, nyaman dan membanggakan. Kami berharap segera diresmikan sehingga aktivitas ekonomi semakin berkembang,” ujar salah seorang perwakilan pedagang.
Hal serupa disampaikan Sri Wahyuni, salah satu pengunjung pasar. Ia mengaku merasakan perubahan signifikan setelah beroperasinya bangunan baru Pasar Kolpajung.
Menurutnya, kondisi pasar kini jauh lebih bersih, tertata rapi, memiliki area parkir yang luas, serta menyediakan kebutuhan masyarakat secara lengkap dalam satu lokasi.
Investasi Infrastruktur untuk Menggerakkan Ekonomi Daerah
Pembangunan Pasar Kolpajung menjadi bukti bahwa investasi infrastruktur tidak hanya menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga menciptakan ruang ekonomi baru bagi masyarakat.
Dengan sarana perdagangan yang lebih representatif, pemerintah berharap aktivitas jual beli semakin meningkat, daya saing pedagang bertambah, dan pertumbuhan ekonomi lokal dapat bergerak lebih cepat.
Pemerintah Kabupaten Pamekasan juga berharap keberadaan Pasar Kolpajung mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mendukung peningkatan investasi daerah serta memperkuat sektor perdagangan rakyat dalam jangka panjang.
Di sisi lain, proyek ini menjadi pengingat penting bahwa setiap pembangunan yang menggunakan anggaran negara harus dijaga kualitasnya melalui pengawasan yang ketat agar benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Dengan proyek yang telah rampung dan siap diresmikan, Pasar Kolpajung kini tidak hanya menjadi simbol wajah baru perdagangan rakyat di Pamekasan, tetapi juga representasi kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Reporter : Rijen senario
Editor : H. Muhajir Wahyu Ramadhan






