infopol

Pangdam Jaya Ajak Insan Media Perkuat Sinergi: “Satu Narasi, Satu Pengabdian, Mengawal Jakarta, Menjaga Indonesia”

1292
×

Pangdam Jaya Ajak Insan Media Perkuat Sinergi: “Satu Narasi, Satu Pengabdian, Mengawal Jakarta, Menjaga Indonesia”

Sebarkan artikel ini

JAKARTA, ANALISA PUBLIK — Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi mengajak insan media memperkuat komunikasi dan sinergi dalam menjaga kondusivitas Jakarta sekaligus menyampaikan informasi kepada masyarakat secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Coffee Morning Pangdam Jaya Bersama Insan Media bertema “Satu Narasi, Satu Pengabdian, Mengawal Jakarta, Menjaga Indonesia” di Lapangan Tembak Jayakarta, Kompleks Makodam Jaya, Jalan Mayjen Sutoyo, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (25/9/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog antara jajaran Kodam Jaya dan insan media mengenai berbagai dinamika dan tantangan di Jakarta, khususnya yang berkaitan dengan keamanan, ketertiban, serta kondusivitas wilayah.

Dalam kesempatan itu, Deddy menegaskan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan aspek pertahanan dan keamanan, tetapi juga diwujudkan melalui pembinaan teritorial serta berbagai kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

“Intinya adalah kehadiran. TNI harus hadir di tengah masyarakat, memberikan rasa aman dan membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” ujar Deddy.

Menurutnya, komunikasi dan interaksi langsung dengan masyarakat diperlukan agar prajurit dapat memahami kondisi serta berbagai persoalan yang berkembang di lapangan.

Kehadiran tersebut juga memungkinkan TNI mengetahui bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada masyarakat sesuai tugas, fungsi, dan kewenangannya.

Deddy mengatakan Jakarta memiliki posisi strategis sebagai pusat pemerintahan, perekonomian, serta berbagai aktivitas nasional. Karena itu, menjaga stabilitas dan keamanan Jakarta memerlukan koordinasi dan sinergi berbagai unsur, mulai TNI, Polri, pemerintah, media hingga masyarakat.

“Dengan kerja sama dan sinergi seluruh pihak, berbagai tantangan dapat dihadapi dengan baik. Mudah-mudahan seluruh kegiatan yang kita laksanakan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Media Jadi Jembatan Informasi

Peran media turut menjadi salah satu pembahasan dalam pertemuan tersebut. Insan pers dinilai memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kepada publik sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara institusi negara dan masyarakat.

Pemberitaan yang faktual, terverifikasi, proporsional, dan berimbang dinilai penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar serta tidak mudah terpengaruh informasi keliru yang berpotensi mengganggu ketertiban dan kondusivitas.

Coffee Morning tersebut juga membuka ruang bagi para jurnalis untuk menyampaikan pandangan, masukan, serta informasi mengenai berbagai kondisi di lapangan secara langsung kepada Pangdam Jaya.

Melalui tema “Satu Narasi, Satu Pengabdian, Mengawal Jakarta, Menjaga Indonesia”, Kodam Jaya mendorong penguatan komunikasi dan kemitraan dengan insan media.

Sinergi yang dibangun tetap ditempatkan dalam koridor tugas masing-masing. TNI menjalankan fungsi pertahanan dan pembinaan teritorial, sementara pers menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, kritis, independen, serta berpegang pada prinsip verifikasi dan keberimbangan.

Kemitraan tersebut diharapkan dapat mendukung keterbukaan informasi mengenai tugas dan kegiatan Kodam Jaya sekaligus memperkuat komunikasi publik dalam menjaga keamanan, ketertiban, persatuan, serta kondusivitas Jakarta.

Kegiatan berlangsung dalam suasana hangat dan komunikatif serta menjadi bagian dari upaya Kodam Jaya memperkuat hubungan dengan insan media.

Reporter: M. Solichin
Editor: Rijen Senario

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.