HeadlinePemerintahan

Muhasabah di Arya Wiraraja Saat Bupati Lumajang Ajak Media Jadi Penjaga Optimisme Publik

245
×

Muhasabah di Arya Wiraraja Saat Bupati Lumajang Ajak Media Jadi Penjaga Optimisme Publik

Sebarkan artikel ini

SURABAYA, analisapublik.id – Dinginnya malam di Pendopo Arya Wiraraja, Selasa (23/12/2025), mendadak cair dalam suasana khidmat. Pemerintah Kabupaten Lumajang, melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, mengumpulkan puluhan insan pers dalam tajuk “Muhasabah Akhir Tahun Bersama Awak Media”.

Bukan sekadar seremonial tutup tahun, agenda ini menjadi ruang refleksi—sebuah titik jeda bagi pemerintah daerah dan jurnalis untuk membedah arah pembangunan Lumajang di masa depan.

Hadir di tengah-tengah jurnalis, Bupati Lumajang Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, tampak membaur dengan berbagai organisasi pers. Baginya, momentum ini adalah wahana untuk menebal ulang kepercayaan (trust) dan mempererat kolaborasi yang sempat teruji sepanjang dinamika tahun 2025.

Media Sebagai ‘Kompas’ Pembangunan

Dalam pidatonya, Bunda Indah menempatkan media pada posisi vital: mitra strategis. Ia menyadari sepenuhnya bahwa persepsi publik terhadap pemerintah sangat bergantung pada bagaimana informasi “dimasak” oleh ruang redaksi.

“Media bukan hanya penyampai informasi, tetapi mitra strategis pemerintah dalam membangun kesadaran publik. Kami berharap insan pers terus menyajikan pemberitaan yang membangun, akurat, dan mencerahkan,” ujar Bunda Indah dengan nada tegas namun apresiatif.

Ia menambahkan bahwa di tengah banjir informasi, media memiliki tanggung jawab moral agar masyarakat tidak tersesat dalam hoaks. Pemberitaan yang berimbang, menurut Bunda Indah, adalah elemen kunci untuk menjaga iklim sosial yang kondusif di Lumajang.

Apresiasi dan Kritik yang Membangun

Tidak sekadar memberi arahan, Bunda Indah juga melayangkan apresiasi tinggi atas dedikasi para jurnalis yang selama ini mengawal kebijakan publik, mulai dari capaian pembangunan hingga pelayanan dasar.

“Sinergi yang baik sangat menentukan kualitas informasi yang diterima masyarakat. Ketika informasi disampaikan secara jujur, kepercayaan publik akan tumbuh dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan semakin kuat,” imbuhnya.

Muhasabah ini menjadi sinyal bahwa Pemerintah Kabupaten Lumajang ingin membuka pintu komunikasi yang lebih lebar dan transparan di tahun 2026. Tantangan pembangunan yang semakin kompleks menuntut pemerintah tidak hanya bekerja keras, tetapi juga “terbaca” dengan baik oleh rakyatnya melalui tangan para jurnalis.

Pertemuan malam itu ditutup dengan komitmen bersama: menghadirkan informasi yang mencerdaskan dan menjaga optimisme warga demi mewujudkan Lumajang yang maju dan berdaya saing. (Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.