EDITORIALHeadline

Lonjakan Mobilitas Hari Terakhir Angkutan Lebaran 2026, Daop 8 Surabaya Layani 48.816 Penumpang

579
×

Lonjakan Mobilitas Hari Terakhir Angkutan Lebaran 2026, Daop 8 Surabaya Layani 48.816 Penumpang

Sebarkan artikel ini

SURABAYA – analisapublik.id | Memasuki hari terakhir periode Angkutan Lebaran 2026, mobilitas penumpang kereta api di wilayah Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya masih berada pada level tinggi. Pada Kamis (26/3/2026), total 48.816 penumpang tercatat menggunakan layanan kereta api, terdiri dari penumpang datang dan berangkat di sejumlah stasiun utama.

Berdasarkan data operasional, sebanyak 28.973 penumpang tercatat tiba di wilayah Daop 8 Surabaya, sementara 19.843 penumpang lainnya berangkat menuju berbagai tujuan. Jumlah tersebut masih bersifat dinamis seiring penjualan tiket yang terus berlangsung hingga malam hari.

Manager Humas Daop 8 Surabaya, Mahendro Trang Bawono, menjelaskan bahwa pergerakan penumpang pada hari terakhir terkonsentrasi di beberapa stasiun besar yang menjadi simpul utama arus balik. Stasiun Surabaya Gubeng mencatat volume tertinggi dengan 14.251 penumpang, diikuti Stasiun Surabaya Pasarturi sebanyak 13.327 penumpang, serta Stasiun Malang dengan 7.304 penumpang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa stasiun utama di wilayah Daop 8 tetap menjadi pusat mobilitas masyarakat, khususnya bagi pemudik yang kembali ke kota asal maupun menuju pusat aktivitas ekonomi pasca libur Idulfitri 1447 Hijriah. Tingginya volume penumpang sekaligus menegaskan peran kereta api sebagai moda transportasi yang efisien dan relatif tepat waktu di tengah kepadatan lalu lintas jalan raya.
Secara kumulatif, selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung sejak 11 hingga 26 Maret 2026, Daop 8 Surabaya telah melayani total 741.509 penumpang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 385.257 penumpang berangkat dan 356.252 penumpang datang, mencerminkan pergerakan dua arah yang relatif seimbang selama masa mudik dan arus balik.

Dari sisi okupansi, tingkat keterisian tempat duduk kereta api jarak jauh juga menunjukkan tren tinggi. Hingga saat ini, penjualan tiket mencapai 471.165 tiket atau sekitar 84 persen dari total kapasitas 561.528 tempat duduk yang disediakan untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026. Angka ini mengindikasikan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api selama musim Lebaran.

Puncak arus penumpang tercatat terjadi pada Selasa (24/3/2026) dengan total 57.210 penumpang dalam satu hari, menjadi titik tertinggi selama periode Angkutan Lebaran 2026 dan menandai intensitas arus balik yang signifikan dalam waktu singkat.

Untuk mengakomodasi kebutuhan perjalanan masyarakat, Daop 8 Surabaya mengoptimalkan strategi penjualan tiket melalui berbagai program promosi. Salah satunya adalah diskon sebesar 30 persen untuk tiket KA Ekonomi komersial yang berlaku pada 14 hingga 29 Maret 2026. Dari total kuota 188.288 tiket diskon, sebanyak 147.392 tiket telah terjual atau sekitar 78 persen, dengan sisa sekitar 40 ribu tiket yang masih tersedia.

Selain itu, tersedia pula program tarif parsial untuk perjalanan kereta api jarak jauh tujuan Yogyakarta dan Semarang pada periode 22 hingga 30 Maret 2026, dengan kuota 21.411 kursi kelas eksekutif. Hingga kini, sekitar 9.000 tiket masih tersedia dan dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai alternatif perjalanan.

Daop 8 Surabaya memastikan seluruh layanan operasional tetap berjalan optimal di tengah tingginya mobilitas penumpang. Kesiapan sarana dan prasarana, pengaturan jadwal perjalanan, serta pelayanan di stasiun terus ditingkatkan guna menjaga keselamatan dan kenyamanan pengguna jasa.

Seiring masih berlangsungnya arus balik hingga akhir periode Angkutan Lebaran, masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan secara matang, memanfaatkan program tiket yang tersedia, serta memastikan keberangkatan sesuai jadwal guna menghindari kepadatan di stasiun.

Reporter: Ibnu Aji Sesario
Editor: Respati

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.