SURABAYA, ANALISAPUBLIK.ID – Perkembangan terbaru kasus ledakan di Rumah Makan Nasi Tempong Dewi Sri, Ruko San Antonio, Pakuwon City, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026), mengungkap identitas lima korban sekaligus memperjelas dugaan penyebab ledakan.
Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menyebut terdapat lima korban luka bakar, terdiri dari empat laki-laki dan satu perempuan. Kelimanya telah dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.
Kelima korban tersebut yakni Eky (27), Windy Pratama (30), Kholifa (27), Moch Syofan (19), dan Liutami Matul Khoiriyah (23).
Eky mengalami luka bakar pada kedua lengan. Windy mengalami luka bakar pada tangan kanan dan wajah. Kholifa mengalami luka robek pada lutut kanan serta luka bakar pada siku dan rambut.
Sementara Moch Syofan mengalami luka bakar pada bagian kening. Adapun Liutami Matul Khoiriyah mengalami luka bakar pada wajah, leher, kedua tangan dan paha.
Polisi Pastikan Tidak Ada Bom
Pemeriksaan Tim Jibom Gegana Polda Jawa Timur memberikan perkembangan penting. Petugas tidak menemukan bahan peledak maupun unsur bom di lokasi kejadian.
Kapolrestabes Surabaya menyatakan hasil pemeriksaan sementara justru mengarah kuat pada dugaan kebocoran gas LPG.
Danden Gegana Satbrimob Polda Jatim Kompol Dyan Vicky Sandi menyebut karakter ledakan lebih mengarah pada fenomena BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion).
Fenomena tersebut terjadi ketika gas bertekanan terkumpul dalam suatu ruang dan kemudian terpicu sehingga menghasilkan ledakan dengan daya rusak cukup besar.
Alarm LPG Sempat Berbunyi
Kapolsek Mulyorejo Kompol Subadri memberikan gambaran lebih rinci mengenai detik-detik sebelum ledakan.
Menurutnya, kebocoran terjadi pada selang LPG saat pekerja melakukan pemasangan. Gas kemudian keluar dan membuat alarm pendeteksi LPG berbunyi.
Kebocoran tersebut berkaitan dengan tabung LPG berkapasitas 50 kilogram. Gas yang keluar kemudian memicu ledakan.
Lima pekerja yang berada di lokasi mengalami luka bakar dan langsung mendapatkan pertolongan medis.
Keterangan Kapolrestabes juga menyebut sebelum ledakan terjadi, seorang koki sedang memasak dan sempat mencium bau gas.
“Tadi sekitar pukul 07.00 WIB, ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan,” kata Luthfie.
Polisi menyebut terdapat tiga tabung LPG berkapasitas 50 kilogram di lokasi. Namun, tabung-tabung tersebut tidak dinyatakan meledak.
Dugaan sementara mengarah pada kebocoran dari sistem saluran atau selang LPG sehingga gas keluar dan terkumpul sebelum kemudian terpicu.
Polisi juga memastikan kondisi di lokasi telah dinyatakan lebih aman setelah gas dalam tabung habis.
Dampak ledakan ternyata tidak hanya mengenai ruko tempat rumah makan tersebut berada.
Kapolrestabes Surabaya menyebut sedikitnya 41 bangunan mengalami kerusakan, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.
Sebanyak 15 rumah di bagian belakang lokasi turut terdampak. Lima bangunan mengalami kerusakan berat, sementara lainnya mayoritas mengalami kerusakan ringan, terutama pada bagian kaca akibat kuatnya getaran ledakan.
Sejumlah kendaraan juga mengalami kerusakan. Pantauan di lokasi menunjukkan kendaraan yang terdampak meliputi mobil, sepeda motor, dan satu truk.
Tito, karyawan salah satu ruko yang berada sekitar 10 meter dari lokasi, mengaku mendengar suara ledakan sangat keras.
Menurutnya, suara ledakan terdengar seperti gemuruh kemudian disusul suara denging. Setelah ledakan, kaca ruko tempatnya bekerja pecah dan material bangunan berjatuhan.
Beberapa karyawan dari Rumah Makan Nasi Tempong Dewi Sri kemudian berlari meminta pertolongan dalam kondisi terluka.
Meski dugaan kuat telah mengarah pada kebocoran LPG, polisi masih melakukan pendalaman untuk memastikan secara utuh bagaimana kebocoran terjadi hingga menyebabkan ledakan.
INAFIS Polrestabes Surabaya, Tim Jibom Gegana Polda Jatim, serta unsur terkait telah melakukan pemeriksaan di lokasi.
Dengan hasil sementara tersebut, ledakan San Antonio tidak mengarah pada aksi bom, melainkan diduga kuat berkaitan dengan kebocoran gas LPG yang kemudian terpicu dan menghasilkan ledakan besar.
Polisi masih melakukan pendataan terhadap kerusakan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian.
Reporter: Widodo






