ANALISAPUBLIK.ID, Surabaya – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur menggelar kegiatan koordinasi kepengurusan yang dirangkai dengan buka puasa bersama di Kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur, Senin (9/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antar pengurus dalam menjaga keharmonisan masyarakat di tengah keberagaman.
Acara dihadiri Ketua FPK Jawa Timur H. R. Mohammad Ali Zaini, Sekretaris Bakesbangpol Jawa Timur Nurul Ansori, S.Pd., M.Kes, para pengurus FPK, serta perwakilan anggota dari berbagai unsur masyarakat di Jawa Timur.
Kegiatan mengangkat tema “Koordinasi Kepengurusan FPK dalam Meningkatkan Kualitas SDM yang Profesional dan Berintegritas.” Tema tersebut menekankan pentingnya penguatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi agar mampu menjalankan peran secara profesional, berintegritas, serta memiliki komitmen kebangsaan.
Ketua FPK Jawa Timur H. R. Mohammad Ali Zaini dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat komunikasi dan koordinasi antar pengurus.
Menurutnya, Provinsi Jawa Timur merupakan wilayah yang memiliki tingkat keberagaman tinggi, baik dari sisi suku, budaya, agama, maupun latar belakang sosial masyarakat.
“Karena itu, peran FPK sangat penting dalam menumbuhkan nilai toleransi, memperkuat persatuan, serta menjaga kehidupan masyarakat agar tetap rukun, damai, dan harmonis,” ujarnya.
Selain rapat koordinasi, kegiatan juga diisi dengan tausiyah Ramadan yang disampaikan oleh Hj. Dina Dewi Miskiah, yang memberikan pesan-pesan spiritual serta mengajak peserta memperkuat nilai kebersamaan selama bulan suci Ramadan.
Dalam kesempatan tersebut, panitia juga memberikan santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus implementasi nilai kemanusiaan yang dijunjung oleh Forum Pembauran Kebangsaan.
Sementara itu, Kepala Bakesbangpol Jawa Timur yang diwakili oleh Sekretaris Bakesbangpol Nurul Ansori menyampaikan apresiasi kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan suku dan etnis yang selama ini berperan aktif menjaga kerukunan di Jawa Timur.
Ia menilai kegiatan buka puasa bersama yang dilaksanakan pada hari ke-19 Ramadan tersebut bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan simbol kuatnya semangat kebersamaan dalam keberagaman.
“Puasa memang dijalankan oleh saudara-saudara kita umat Muslim, tetapi kehadiran Bapak Ibu dari berbagai latar belakang suku, etnis, dan agama di sini menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah pemisah, melainkan kekuatan yang mempersatukan kita,” ungkapnya.
Nurul Ansori juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kerukunan yang telah terbangun serta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi yang dapat mengganggu stabilitas sosial di tengah masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kebersamaan, sebagai wujud komitmen bersama untuk terus menjaga persatuan dan keutuhan bangsa.
Reporter : Ibnu Aji Sesario
Editor : Subardi, SE






