EDITORIALHeadline

Kemantapan Jalan Nasional Jabar Capai 97,77 Persen, BBPJN DKI Jakarta–Jabar Targetkan Zero Potholes Jelang Mudik Lebaran 2026

×

Kemantapan Jalan Nasional Jabar Capai 97,77 Persen, BBPJN DKI Jakarta–Jabar Targetkan Zero Potholes Jelang Mudik Lebaran 2026

Sebarkan artikel ini

CIREBON – analisapublik.id | Direktorat Jenderal Bina Marga melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional DKI Jakarta–Jawa Barat mencatat tingkat kemantapan jalan nasional di wilayah Jawa Barat sepanjang 1.708,25 kilometer telah mencapai 97,77 persen menjelang arus mudik Lebaran 2026. Capaian tersebut disampaikan Kepala BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, Rina Kumala Sari, dalam konferensi pers di Posko Mudik Kementerian PU PPK 1.3, Jalan Kalijaga, Cirebon, Rabu (11/03/2026), sebagai bagian dari laporan kesiapan infrastruktur menghadapi mobilitas tahunan terbesar di Indonesia.

Data kemantapan 97,77 persen tersebut merepresentasikan kondisi perkerasan jalan dalam kategori mantap sesuai indikator teknis Direktorat Jenderal Bina Marga, yang mencakup kualitas permukaan, struktur perkerasan, fungsi drainase, serta kelengkapan keselamatan jalan. Dengan panjang jaringan 1.708,25 kilometer di Jawa Barat, capaian ini menjadi parameter utama dalam menjamin kelancaran arus kendaraan menuju Jawa Tengah dan wilayah selatan Pulau Jawa.

Dalam pemaparannya, Rina mengungkapkan bahwa cuaca ekstrem sebelumnya menyebabkan teridentifikasinya 7.400 lubang di berbagai ruas jalan nasional. Hingga pertengahan Maret, tersisa 226 lubang yang ditargetkan tuntas dalam dua hari ke depan. Seluruh jajaran teknis disebut bekerja dalam pola percepatan untuk memastikan target zero potholes tercapai sebelum puncak arus mudik.

Strategi penanganan dilakukan melalui metode tambal cepat menggunakan material Tambal Cepat Mantap (TCM), yang memungkinkan lubang ditutup langsung di lokasi tanpa memerlukan alat pemadat berat. Skema ini dirancang untuk mempercepat waktu respons, meminimalkan gangguan lalu lintas, serta menjaga standar pelayanan jalan tetap optimal selama periode lonjakan kendaraan. Selain perkerasan jalan, kesiapan infrastruktur juga mencakup 804 jembatan yang berada pada 205 ruas jalan nasional di wilayah kerja BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat, yang seluruhnya dipastikan dalam kondisi laik fungsi.

Tiga koridor utama disiapkan sebagai jalur distribusi kendaraan selama mudik, yakni Jalur Pantura sepanjang 326 kilometer yang menghubungkan Bekasi, Karawang, Cikampek, Pamanukan, Indramayu hingga Cirebon; Jalur Tengah melalui Cikampek, Purwakarta, Bandung, Malambong hingga Ciamis menuju perbatasan Jawa Tengah; serta Jalur Pansela yang membentang dari batas Banten, Tegal Buleud, Cipatujah hingga Pangandaran. Ketiga jalur ini memiliki peran strategis sebagai penghubung antardaerah dan jalur logistik nasional yang mengalami peningkatan volume signifikan saat musim mudik.

Dalam aspek mitigasi bencana, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat melakukan identifikasi terhadap 52 titik rawan banjir dan 53 titik rawan longsor. Untuk mengantisipasi gangguan lalu lintas, sebanyak 117 unit alat berat (Disaster Relief Unit/DRU) disiagakan di lokasi strategis seperti Puncak, Ciwidey, dan Tomo. Penanganan drainase, normalisasi saluran air, serta pembersihan bahu jalan telah dikebut sejak Januari 2026 guna meminimalkan risiko genangan dan memperkuat daya tahan badan jalan terhadap curah hujan tinggi.

Selama masa mudik dan arus balik, sistem respons cepat 1×24 jam diterapkan untuk memastikan setiap potensi kerusakan baru dapat segera ditangani. Skema ini merupakan bagian dari manajemen operasional berbasis kesiapsiagaan penuh yang difokuskan pada ruas dengan beban lalu lintas tinggi dan potensi kerawanan cuaca.

Di sisi pelayanan publik, BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat mendirikan 23 posko mudik yang tersebar di titik-titik strategis. Salah satu posko berada di PPK 1.3 Jalan Kalijaga, Cirebon, dengan luas 9 x 9 meter untuk menampung lebih banyak pemudik, khususnya pengguna sepeda motor yang mendominasi jalur Pantura. Fasilitas yang disediakan meliputi ruang istirahat, tempat salat, ruang laktasi, area bermain anak, serta snack dan air minum gratis bagi pemudik yang singgah. Kehadiran posko ini dimaksudkan untuk mengurangi risiko kelelahan pengemudi dan meningkatkan keselamatan perjalanan.

Upaya menyeluruh yang dilakukan, mulai dari percepatan penanganan lubang, mitigasi titik rawan bencana, kesiapan jembatan, hingga penyediaan fasilitas posko, ditegaskan sebagai komitmen pemerintah dalam menjamin perjalanan mudik yang aman dan lancar. Dengan tingkat kemantapan mencapai 97,77 persen serta dukungan sistem respons cepat di lapangan, kesiapan jalan nasional di Jawa Barat dinyatakan optimal untuk menghadapi puncak arus mudik Lebaran 2026.

Sumber: BBPJN DKI Jakarta–Jawa Barat
Editor: H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.