SITUBONDO — analisapublik.id | Putusnya jembatan penghubung di Desa Jetis, Kecamatan Besuki, Kabupaten Situbondo, akibat banjir, mengganggu akses utama warga menuju pusat aktivitas ekonomi dan pemenuhan kebutuhan harian. Jembatan tersebut merupakan satu-satunya jalur penghubung antarpermukiman di wilayah terdampak.
Berdasarkan data lapangan, sekitar 150 kepala keluarga di Dusun Krajan, Desa Wringinanom, terdampak langsung akibat terputusnya jembatan tersebut. Selama ini, warga bergantung pada jalur tersebut untuk berbelanja ke wilayah Wringinanom dan Kecamatan Jatibanteng, serta menuju kawasan Besuki guna memenuhi kebutuhan ekonomi dan layanan dasar dalam skala yang lebih luas.
Kepala Bidang Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur,”,”Agus Sutanto”kabid pemeliharaan jalan jatim, menyampaikan bahwa jembatan yang putus tersebut tidak memiliki jalur alternatif dan berstatus sebagai akses vital bagi mobilitas masyarakat setempat.
“Jembatan ini merupakan satu-satunya akses warga dan tidak tersedia jalur alternatif. Apabila tidak segera ditangani, aktivitas ekonomi serta pelayanan dasar masyarakat berpotensi terhenti,” ujar Agus Sutanto.

Pernyataan tersebut disampaikan Agus Sutanto usai mendampingi kunjungan “Gubernur Jawa Timur”,kepala daerah jatim”, kepala daerah jatim. ke lokasi terdampak banjir di Kabupaten Situbondo. Dalam kunjungan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur memastikan langkah-langkah penanganan darurat segera dilakukan terhadap infrastruktur yang mengalami kerusakan.
Langkah awal yang disiapkan meliputi pengerukan sedimentasi sungai, penguatan bronjong pada titik-titik rawan luapan air, serta penguatan koordinasi lintas instansi guna menekan risiko banjir susulan dan mempercepat proses pemulihan infrastruktur.
Agus Sutanto menegaskan pihaknya siap menjalankan arahan Gubernur Jawa Timur terkait agenda penanganan bencana di Situbondo. Hal tersebut disampaikannya kepada analisapublik.id di Kantor Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur, kawasan Injoko, pada akhir pekan ini.
Sebagai pejabat yang membidangi pemeliharaan jalan dan jembatan, ia menyebut penanganan dilakukan secara terkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur serta pemerintah daerah setempat agar langkah darurat maupun tindak lanjut dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur merespons cepat dampak banjir di Situbondo dengan meninjau langsung lokasi terdampak. Dalam kunjungan tersebut, gubernur menekankan pentingnya percepatan penanganan infrastruktur kritis guna memastikan akses masyarakat dapat segera dipulihkan.
Reporter : Kurniawan
IT. : Respati
Editor. : Rijen Senario






