EDITORIALHeadline

FPK Jatim Gelar Sarasehan Lintas Suku dan Agama, Gaungkan Persatuan di Tengah Keberagaman

2701
×

FPK Jatim Gelar Sarasehan Lintas Suku dan Agama, Gaungkan Persatuan di Tengah Keberagaman

Sebarkan artikel ini

Surabaya, analisapublik.id — Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jawa Timur menggelar Sarasehan Lintas Suku dan Agama dalam Kebhinekaan di Surabaya, Sabtu (4/4/2026), sebagai upaya memperkuat persatuan dan harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.

Kegiatan yang mengusung tema “Bersatu dalam Ragam, Kuat dalam Pembauran” itu dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jawa Timur, Ketua FPK dari Malang, Sidoarjo, dan Surabaya, serta berbagai unsur masyarakat. Hadir pula tokoh agama, tokoh masyarakat, mahasiswa, hingga pemuda lintas suku yang memiliki komitmen menjaga keutuhan bangsa.

Ketua FPK Jawa Timur, R.H. Mohammad Ali Zaini, menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa besar yang memiliki kekayaan keberagaman suku, agama, dan budaya. Menurut dia, kondisi tersebut harus dipandang sebagai modal sosial yang memperkuat persatuan, bukan justru memicu perpecahan.

Ia menyampaikan, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia adalah kekuatan yang harus dijaga bersama. Namun di sisi lain, potensi gesekan sosial tetap bisa muncul kapan saja apabila tidak diantisipasi dengan komunikasi, dialog, dan sikap saling menghormati.

Karena itu, ia menilai kehadiran FPK memiliki posisi penting sebagai jembatan komunikasi antarkelompok masyarakat. Forum ini, kata dia, bukan hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga wadah dialog yang inklusif, solutif, dan berorientasi pada penguatan persatuan nasional.

Acara ini juga dihadiri oleh adik2 Asrama Mahasiswa Nusantara dan beberapa Mahasiswa Telkom serta pemuda2 lintas suku

Sarasehan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya toleransi dan pembauran kebangsaan. Melalui forum semacam ini, peserta didorong untuk membangun pemahaman bersama bahwa kerukunan tidak lahir secara otomatis, melainkan harus dirawat melalui keterbukaan, penghormatan, dan kerja sama lintas identitas.

Dalam dinamika sosial yang terus berkembang, keterlibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat juga dinilai sangat penting. Keduanya memiliki pengaruh besar dalam menjaga suasana yang kondusif sekaligus menanamkan nilai-nilai kebhinekaan di tengah masyarakat.

FPK Jawa Timur berharap diskusi yang berlangsung dalam sarasehan ini tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi mampu melahirkan gagasan konstruktif yang dapat diterapkan untuk memperkuat pembauran kebangsaan di berbagai daerah. Sinergi antarelemen masyarakat dipandang menjadi kunci untuk menjaga persatuan dan kesatuan Indonesia.

Di akhir kegiatan, Ketua FPK Jawa Timur menyampaikan apresiasi kepada panitia, narasumber, dan seluruh peserta yang telah berpartisipasi aktif. Ia berharap sarasehan ini memberikan manfaat nyata serta menjadi bagian dari ikhtiar bersama dalam merawat persatuan di tengah keberagaman bangsa.

Reporter : Respati

Editor : H. Muhajir Wahyu Ramadhan

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.