SURABAYA, analisapublik.id – Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (Diskominfo Jatim) menggelar upacara bendera untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI), Minggu (17/8/2025). Berlangsung di halaman kantor Diskominfo Jatim, upacara ini menjadi momen penting untuk merefleksikan peran teknologi dalam memajukan bangsa di era digital.
Upacara berlangsung khidmat, dipimpin oleh Kepala Bidang (Kabid) Persandian dan Keamanan Informasi Diskominfo Jatim, Achmad Fadlil Chusni, yang mewakili Kepala Dinas. Seluruh peserta dengan penuh semangat mengikuti setiap rangkaian acara, mulai dari pengibaran bendera, pembacaan Pancasila dan Proklamasi, hingga menyanyikan lagu “Hari Merdeka 17 Agustus” bersama-sama.
Saat ditemui usai upacara, Achmad Fadlil Chusni menyampaikan bahwa upacara bendera ini merupakan kewajiban setiap warga negara Indonesia, terutama bagi Diskominfo sebagai bagian dari perangkat daerah di Pemprov Jatim.
“Alasan kita melaksanakan upacara bendera ini adalah karena ini merupakan kewajiban kita semua sebagai warga negara, dan kita akan melakukan upacara tersebut dengan khidmat sesuai dengan tag HUT ke-80 RI, yaitu ‘Bersatu Berdaulat Rakyat Sejahtera Indonesia Maju’,” ujar Fadlil.
Menurutnya, momen perayaan kemerdekaan kali ini sangat tepat untuk merenungkan misi Diskominfo dalam memajukan teknologi di era digital.
“Nah ini adalah momen yang penting bagi Kominfo untuk memajukan teknologi informasi dengan berbagai pekerjaan dan kegiatan yang dilakukan oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur,” kata Fadlil.
Melalui upacara bendera ini, Fadlil berharap seluruh pegawai Diskominfo Jatim dapat mengisi momen kemerdekaan dengan berbagai pembangunan yang dilakukan secara bersama-sama di semua sektor.
“Harapan ke depan kita adalah supaya semangat untuk mengisi kemerdekaan dengan pembangunan-pembangunan di segala bidang dan semua sektor, itu adalah cita-cita kita bersama. Dan kita akan tetap untuk melanjutkan perjuangan para pejuang-pejuang kita yang telah mendahului,” pungkasnya.
(Res)










