SURABAYA – analisapublik.id | Menyambut libur Hari Raya Idulfitri 2026, Dinas PU Bina Marga Provinsi Jawa Timur memutuskan menghentikan seluruh pekerjaan konstruksi jalan provinsi mulai H-7 hingga H+7 Lebaran. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan selama periode arus mudik dan balik.
Keputusan tersebut disampaikan Kepala Seksi Rekayasa Teknik Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga Jatim, Haniffan Daruquthni Baihaqi. Ia menjelaskan, instruksi penghentian pekerjaan berasal dari Kepala Dinas PU Bina Marga Jatim, Edi Tambeng Widjaja. Seluruh pekerjaan konstruksi diwajibkan berhenti paling lambat H-10, dan maksimal H-7 seluruh alat berat serta area galian di ruas proyek harus sudah dirapikan.
Haniffan menegaskan, tidak boleh ada alat berat terparkir di badan jalan, tidak ada galian terbuka, serta material dan bahan konstruksi harus dibersihkan dari lokasi pekerjaan. Saat ini, pihaknya tengah melakukan persiapan penataan di lapangan guna memastikan seluruh ruas dalam kondisi aman sebelum puncak arus mudik.
Langkah ini merupakan bagian dari persiapan menghadapi lonjakan pergerakan masyarakat. Data Kementerian Perhubungan memperkirakan lebih dari 193 juta perjalanan mudik terjadi pada Lebaran 2026, dengan sekitar 25 juta pemudik diproyeksikan melintasi wilayah Jawa Timur melalui Tol Trans-Jawa maupun jalan arteri provinsi. Penghentian proyek dilakukan untuk meminimalisasi hambatan lalu lintas sekaligus menekan potensi kecelakaan akibat aktivitas konstruksi.
Pada awal 2026, Dinas PU Bina Marga Jatim menangani delapan paket pekerjaan konstruksi jalan provinsi. Dua paket telah memasuki tahap pengerjaan intensif, yakni ruas Jalan Ponco–Jatirogo (Tuban–Bojonegoro) sepanjang 15 kilometer dengan anggaran Rp150 miliar serta ruas Kasiyan (Jember) sepanjang 12 kilometer dengan fokus perkuatan jembatan senilai Rp120 miliar. Kedua ruas tersebut memiliki peran strategis karena menghubungkan wilayah utara dan timur Jawa Timur yang kerap menjadi lintasan utama pemudik.
Aktivitas lapangan diperkirakan dapat berlangsung hingga 30 Maret sebelum memasuki masa penghentian penuh. Setelah periode libur berakhir, tim akan melakukan inspeksi ulang guna memastikan proyek dapat dilanjutkan tanpa hambatan teknis.
Berdasarkan catatan Dinas PU Bina Marga, sepanjang 2025 telah diselesaikan 45 paket rehabilitasi jalan dengan nilai Rp1,2 triliun. Untuk 2026, penanganan difokuskan pada ruas rawan longsor seperti di Tuban dan Jember, seiring prediksi curah hujan tinggi dari BMKG hingga akhir Maret. Kebijakan penghentian proyek ini juga selaras dengan Operasi Ketupat Polri 2026 yang dimulai H-10 Lebaran, dengan target penurunan angka kecelakaan sebesar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
Melalui kebijakan tersebut, pemerintah provinsi berupaya menjaga kemantapan infrastruktur jalan selama periode mudik terbesar tahunan, sekaligus memastikan pengguna jalan dapat melintas dengan aman dan nyaman.
Dok: analisapublik.id
Reporter: Ibnu Aji Sesario
Editor: Subardi, SE






