BOJONEGORO, analisapublik.id – Kawasan objek wisata geologi Kayangan Api menjadi saksi bisu prosesi sakral pelantikan ratusan pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 201 pejabat resmi mengucap sumpah jabatan di bawah naungan semangat “api yang tak kunjung padam,” pada Rabu, 28 Januari 2026.
Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mengungkapkan bahwa pemilihan lokasi di Kayangan Api bukanlah tanpa alasan. Selain sebagai ikon Geopark nasional, situs api abadi ini dipilih karena membawa pesan simbolis bagi para abdi negara yang baru saja dilantik.
“Api memiliki simbol kehidupan, kehangatan, dan penerang jika digunakan dengan bijak. Namun, jika disalahgunakan, ia akan membakar dan merugikan diri sendiri,” ujar Setyo dalam sambutannya di tengah suasana alam terbuka.
Menurut Setyo, filosofi api tersebut harus menjadi napas dalam menjalankan birokrasi. Ia mengingatkan para pejabat agar kekuasaan dan jabatan yang diamanahkan digunakan untuk memberikan manfaat bagi publik, bukan justru menjadi bumerang karena penyalahgunaan wewenang.
Selain lokasi yang unik, para pejabat yang dilantik tampil seragam mengenakan batik motif khas Obor Sewu. Setyo menjelaskan, busana tersebut bukan sekadar identitas budaya, melainkan representasi dari nilai perjuangan, kejujuran, dan kesabaran.
Ia menekankan bahwa rotasi dan mutasi di lingkungan pemkab merupakan bagian dari dinamika organisasi yang sehat. Langkah ini diambil untuk menyegarkan sistem pembinaan kepegawaian sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan masyarakat.
“Saya mengapresiasi dedikasi dan pengabdian di tempat tugas sebelumnya. Penempatan baru ini adalah amanah besar untuk meningkatkan profesionalisme,” tambahnya.
Langkah Pemkab Bojonegoro menggelar acara formal di destinasi wisata juga menjadi bagian dari strategi promosi daerah. Dengan membawa ratusan pejabat dan sorotan publik ke Kayangan Api, pemerintah berharap popularitas destinasi unggulan ini semakin terangkat, baik di level nasional maupun internasional.
Melalui momentum ini, Pemkab Bojonegoro berupaya menyatukan semangat pengabdian birokrasi dengan kebanggaan atas potensi lokal, menciptakan sinergi antara tata kelola pemerintahan dan penguatan sektor pariwisata daerah. (Res)






