HeadlinePemerintahan

BLK Sumenep Buka 4 Pelatihan Vokasi Berbasis Kompetensi

201
×

BLK Sumenep Buka 4 Pelatihan Vokasi Berbasis Kompetensi

Sebarkan artikel ini

SUMENEP, analisapublik.id – Pemerintah Kabupaten Sumenep terus berupaya mendongkrak kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui penguatan keterampilan praktis. Melalui Unit Pelaksana Teknis Balai Latihan Kerja (UPT BLK) Kabupaten Sumenep, pemerintah resmi membuka empat program pelatihan tahap I tahun 2026 yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Empat program yang dibuka kali ini meliputi pelatihan Barista Café, Tata Kecantikan Merias Wajah, Teknisi Perawatan AC Residential, serta Pembuatan Roti dan Kue A.1. Program ini dirancang khusus untuk menyelaraskan keterampilan masyarakat dengan kebutuhan dunia industri serta mendorong terciptanya wirausaha mandiri.

Kepala UPT BLK Kabupaten Sumenep, Agus Budiyono, menyatakan bahwa kurikulum dalam pelatihan ini tidak hanya fokus pada teori, tetapi menitikberatkan pada aspek praktis yang aplikatif.

“Dengan keterampilan yang dimiliki, peserta diharapkan mampu bekerja secara mandiri, membuka usaha sendiri, dan menambah penghasilan keluarga,” ujar Agus saat membuka kegiatan pelatihan pada Kamis, 22 Januari 2026.

Inklusif dan Prioritas Disabilitas

Agus menegaskan bahwa pelatihan vokasi merupakan instrumen strategis pemerintah daerah dalam menekan angka pengangguran dan kemiskinan di Sumenep. Oleh karena itu, pihaknya memastikan akses pendaftaran dibuat inklusif dan memudahkan masyarakat.

Selain persyaratan standar seperti KTP dan ijazah, panitia memberikan kelonggaran bagi warga yang tidak memiliki dokumen pendidikan formal. “Bagi masyarakat yang tidak memiliki ijazah, bisa menggunakan surat pengantar dari kepala desa. Bahkan, peserta dari kalangan disabilitas tetap menjadi prioritas kami,” tuturnya.

Tak sekadar mendapatkan ilmu, peserta yang dinyatakan lulus akan menerima sertifikat dari UPT BLK Sumenep serta berkesempatan memperoleh sertifikasi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Sertifikasi ini menjadi modal penting bagi peserta untuk bersaing di pasar kerja nasional maupun internasional.

Melalui langkah ini, Pemkab Sumenep berharap lahirnya generasi tenaga kerja yang adaptif dan produktif, yang pada akhirnya mampu menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal.

(Res)

Materi konten BERITA pada website ini dilindungi oleh hukum. Setiap penggunaan, pengambilan, penggandaan, pemindaian (crawling), pengindeksan, pemrosesan otomatis, atau pemanfaatan konten dalam bentuk apa pun—termasuk untuk kepentingan sistem kecerdasan buatan (Artificial Intelligence)—hanya dapat dilakukan dengan izin tertulis dari analisapublik.id.